Jumat, 15 Juli 2016

Ibu dan Kartu Undangan

Berakhirnya bulan Ramadan akan datang bulan syawal yang artinya akan bertebaran banyak sekali info orang-orang yang akan menikah. Untuk sebagian orang kabar ini sangat menggembirakan tapi bagi seorang wanita yang sudah cukup umur dan belum menikah ini merupakan pukulan telak untuk kesekian kalinya.
Diambil dari google

“Eh si Tina belum nikah juga ya.”
“Emang si Tina punya pacar?”
“Dulu aku lihat dia bareng cowok..”
“loh, bukannya dia suka cewek..”

Begitulah kalo gosip berkembang tanpa ada remnya =_= jadi intinya saat ada yang bergembira maka akan ada yang tersakiti-aku tak tahu ini berasal dari mana-
Meme yang lagi hit

3 tahun yang lalu, Ibu kedatangan tamu yang mungkin buat Ibu itu hal ajaib, bahkan untuk akupun itu ajaib. Ada seorang Ibu-Ibu datang kerumah memberikan kartu undangan nikahan anaknya. Dia mengenalkan diri sebagai Ibu si X (aku lupa nama anak itu).

“Bu, mbak Tinanya kemana ya?” tanya Ibu x pada Ibuku.

“Lagi diluarkota, ada apa ya bu?” jawab Ibu singkat sambil memperhatikan tingkah si Ibu X.

“Oh, enak ya bu. Anak Ibu kerja sukses. Beda kayak anak saya bu. Anak saya baru bisa menikah padahal teman-teman dia udah pada nikah. Anak saya juga gak kerja.” Kata Ibu X yang nyerocos gak karuan.

“Mana undangannya bu? Ini sudah malam.” Sambil berdiri dan merasa gerah Ibu sudah berjalan didepan pintu. Yang artinya itu ngusir. Ibu si X cepat-cepat memberikan undangan itu pada Ibu lalu pamit kepada Ibu.

Hahaha..saat aku diberitahu ini ama Ibu aku Cuma bisa ketawa ngakak. Hal yang paling bikin aku terus ketawa mengingat saat Ibu cerita adalah saat Ibu bilang “La po ndeknen pikir anakku uwes nikah.” (“Apa dia pikir anakku udah nikah.”) hahahaha belum lagi saat ekspresi wajah ibu mengatakkan itu :D
Hahaha aku mau kalo ada laki kayak gini, cus KUA

Undangan yang aku pegang saat itu masih terlihat rapi, belum ada tanda pernah dibuka. Aku yakin seyakin-yakinnya Ibu sangat mangkel dengan kejadian itu. Lalu apa yang terjadi dengan kartu undangan itu? Aku hanya membuka dan melihat nama yang tertera siapa yang menikah. Karena aku tidakkenal ya udah undangan itu hanya aku biarkan disudut meja yang akhirnya berdebu.

Tiap aku ingat ini aku selalu senyum-senyum sendiri. Aku paling suka goda Ibu dengan cerita ini. Dan ini sangat manjur di saat seperti ini, banyak undangan yang bertebaran yang membuat aku harus ekstra sabar menghadapi Ibu yang tiba-tiba naik darah. Kalo Ibu tiba-tiba marah sehabis menerima undangan pernikahan aku selalu bilang “Untung Cuma undangan, gak pakai curhat.” Melumerlah suasanya kembali.


Emmm mau sampai kapan ya cara ini berhasil -_- ada yang mau carikan aku jodoh #ehhh

6 komentar:

  1. Hehehe, aku suka ketawa sendiri baca meme itu. Semoga dapat jodoh terbaiknya :)

    BalasHapus
  2. yg jomblo & yg punya pasangan itu masing2 ada istimewanya sendiri
    Semasa masih belum terikat, nikmati kebebasannya spy nanti sesudah terikat ada banyak kenangan indah semasa lajang :)

    BalasHapus
  3. ayo nikaaaaah...
    ntar aku dandanin yang cantiik

    BalasHapus