Kamis, 22 Juni 2017

Memilih Baju Sepuasnya Dalam Satu Genggaman.

Hua...gak terasa Lebaran hanya tinggal menghitung hari saja. Rasanya padahal baru kemarin masuk bulan Ramadhan eh sekarang tahu-tahu sudah mau Lebaran. Suasana mudikpun sudah sangat terasa. Apa lagi untuk kota Semarang yang merupakan jalur pantura, jalur yang biasanya di lalui untuk menuju daerah tujuan.


Bisa bayangin kan banyak plat luar kota masuk ke Semarang. Contohnya saja Jakarta, Bandung, Surabaya, dan banyak lagi orang dari daerah lain yang masuk ke Semarang hanya untuk menuju daerah tujuan mereka. Jadi Semarang yang sudah macet akan semakin macet. Penuh sesak.

Tiap, menjelang lebaran pasti kota Semarang menjadi penuh pendatang dan pastinya ini juga berpengaruh pada jalan dan pusat-pusat belanja. Ampun, kalo sudah seperti ini pasti deh bikin sebel. Yang tadinya jarak yang bisa ditempuh beberapa menit akan menjadi beberapa jam. Mall yang biasanya untuk pelampiasan suntuk dari rutinitas menulis akan dipenuhi oleh manusia, yang jadinya mall penuh dan aku gak akan nyaman disana.

Nah kalo udah seperti ini paling enak ya diam diri dirumah. Tapi gimana dengan janji aku yang mau membelikan baju untuk ibu?

 Ahhhh....

Eh, kenapa gak aku coba buka koleksi baju lebaran di ZALORA. Kan ZALORA menyediakan banyak banget pilihan baju gamis. Udah bisa memilih baju sepuasnya dalam satu genggaman tangan saja dan masalah pengiriman juga terselesaikan. Gak perlu capek-capek mengantri dan berebutan dengan ibu-ibu yang lagi banyak dapat uang THR hohoho....

Ah satu masalah terselesaikan. Dengan gini aku cukup menyerahkan handphone ke ibu biar ibu pilih-pilih sendiri aja baju apa yang dia inginkan di ZALORA. Aku bisa menyelesaikan tumpukkan naskah yang terbengkalai. Dengan begini aku gak akan sebel dengan jalanan yang macet dimana-mana.

Dengan kemudahan yang diberikan ZALORA membuat menambah waktu aku untuk bisa sekedar menikmati tajil dengan tenang bersama keluarga di rumah. Ramadhan yang paling aku tunggu-tunggu pastinya bersama keluarga. Jangan sampai waktu aku tersita hanya karena kerja dan menghabiskan waktu di luar dengan percuma.

Jumat, 16 Juni 2017

Biskuit Pocky Cocok Untuk Buka Puasa Saat Hectik.

Bulan Ramadhan selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia ini, termasuk aku. Ramadhan adalah moment yang pas untuk kita mendekatkan diri pada sang pencipta dan juga keluarga. Puasa menjadikan keluarga yang seringnya menghabiskan waktu bersama teman dan kolega, kini pada menyisihkan waktu untuk keluarga dengan kegiatan shaur, buka puasa, dan juga sholat trawih.

Sayangnya Ramadhan tahun ini aku sering sekali keluar rumah untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan blog dan pariwisata. Kegiatan ini membuat aku harus ekstra meluangkan waktu. Saking asiknya eksplor tempat wisata yang aku jumpai sampai lupa waktu. Kadang ditempat wisata yang baru saja ditemui dan belum banyak orang yang tahu, mencari makan untuk berbuka puasa itu sangat susah apa lagi makanan yang dipastikan halal. Untungnya sekarang ini ada snack pocketable berupa biscuit stik yang mudah dibawa kemana-mana. Biscuit pocky halal-nya sudah terjamin juga.

Pocky dibuat dengan teknologi khusus yang membuat makanan ini tanpa remah (no crumb) cocok untuk kita yang takut bajunya kotor karena setelah buka puasa langsung sholat. Enaknya lagi biscuit pocky isinya banyak jadi bias kita shareable bersama teman-teman seperjalanan.

Dalam menyambut bulan Ramadhan ini Pocky mengeluarkan kemasan cantik dan unik yang dapat dipersembahkan sebagai bingkisan sekaligus untuk kartu ucapan selamat Hari Raya. Dengan kemasan ini, pas sekali saat berbuka puasa bersama sembari ngobrol seru tentang apa yang sudah kita lihat dalam perjalanan, membuat rasa bahagi makin berlipat. Sesuai dengan tujuan Glico, share happiness!

Untuk yang masih ragu apakah makanan ini halal. Kabar gembiranya Pocky sudah memegang sertifikat halal dari CICOT Thailand sejak awal hadir di Indonesia pada tahun 2014 dan juga telah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk semua produk yang akan dan telah dijual di Indonesia, yakni Pocky, PRETZ, dan Pejoy. Agar masyarakat Indonesia tidak was-was say memakannya.

Pada bulan ramadhan ini sedang mengungsung tema #PockyInMyPocket yang artinya adalah agar masyarakat Indonesia bisa menikmati Pocky tanpa harus susah-susah membawanya dalam wadah besar. Dengan bentuk pocketabel memudahkan untuk membaginya bersama sanak sodara dan kawan-kawan. Yuk coba deh membeli Pocky yang cocok untuk kita-kita yang punya jadwal padat merayap ini.

Minggu, 04 Juni 2017

Aku Rindu Rasa Itu.

“Berapa umur kamu?”

 “Apa saja yang sudah kamu capai sampai detik ini?” 

Pertanyaan inilah yang selalu menghantuiku sampai detik ini. Di umur aku yang sekarang banyak sekali pertanyaan datang dalam otakku. Tapi, hanya dua pertanyaan itulah yang selalu membuat aku berusaha sangat keras. Ya, lebih keras dari apa yang terlihat di permukaan.

Ketika mbak Alley dan mbak Rizka tiba-tiba melontarkan pertanyaan “Apa yang kamu rindukan.” Seketika otak aku langsung mengingat senyum keluarga. Semenyangkal apapun diriku, aku rindu rasa itu. Kehangatan keluarga. Bukan berarti keluarga aku tidak bahagia, keluarga aku bahagia dengan cara mereka.

Ya, dengan cara kerja keras tanpa kerja cerdas. Selalu kerja keras dari pagi ke malam. Seperti itu terus selama 6 hari. Waktu adik-adik aku hanya dihabiskan ditempat kerja, tempat pulang hanyalah transit bagi mereka. Rumah rasanya kosong, seperti aku tinggal sendiri ditempat itu. Tak ada interaksi normal layaknya manusia. Kalo boleh jujur aku kesepian.

Kesepian itu aku lampiaskan dengan kerja gila-gilaan membangun kerajaan bisnis, mencari networking yang sangat luas, selalu kumpul kegiatan apapun, dan bahkan sampai rela meninggalkan rumah berhari-hari. Semua aku lakukan agar dua pertanyaan itu segera aku jawab dengan bangganya.

****

Mata ibu nanar...

Setiap kali aku melihat ibu ingin rasanya aku peluk dan biarkan ibu beristirahat tanpa ada beban di sisa usianya. Tapi, yang terjadi aku pun sama seperti kedua adik-adikku. Meninggalkan kesepian di hari-hari senjanya.

Sampai saat ini aku belum bisa mebahagiakan beliau 100%. Aku sangat rindu senyum yang meninggalkan keriput di kulit ibu. Aku rindu mata kecil itu makin menyipit saat tersenyum bahagia. Demi hari itu datang aku rela menghabiskan waktuku untuk mencapai tujuan terbesarku.

“Kapan kamu ada waktu sehari saja tanpa kerja.”

Deg..

Haruskah aku jawab pertanyaan itu ibu? Aku hanya memberikan senyuman tipis, sangat tipis sampai ibu tak bisa membaca mimik mukaku. Entah sudah berapa kali ibu bertanya hal yang sama dan entah berapa kali pula aku hanya diam.

Bulan ramadhan ini aku belum bisa mewujudkan impianku itu. Tapi, aku berjanji pada diriku sendiri bulan ramadhan tahun depan aku harus bisa mewujudkan semua. Lupakan hal yang tidak penting dan singkirkan dulu sepinya hati ini. Karena aku tak akan tahu berapa sisa umurku ataupun sisa umur ibu.Tak ingin ada penyesalan apapun saat itu tiba.

***

Tak akan abadi kesedihan ini, di akhir badai pasti akan ada pelangi. Karena roda kehidupan berputar, masa bahagia terasa sebentar kesedihan yang sedang melanda pasti ada akhirnya. Bunga yang indah tak selalu mekar, matahari tak selalu bersinar. Begitu juga yang terjadi dengan kehidupanku. Suatu saat aku dan keluarga akan tertawa bersama, saat mengingat perjuangan yang saat ini kita lakukan dengan cara masing-masing.

Ayo semangat Tina, lupakan rasa yang tidak penting itu. Berlarilah sekuat yang aku mampu. Aku tahu tujuan yang ingin aku capai, jadi buat apa aku mendengarkan suara-suara sumbang kanan-kiri. Mata- mata picik yang selalu mengawasi dengan sangat teliti, seakan mereka ingin melihat aku terjatuh terjerembab. Ah sudahlah, mereka hanya barisan orang-orang penjilat.

Tetap menjadi wanita yang ceria penuh dengan cita-cita. Hadapi dunia yang sudah aku impikan sejak lama. Nikmati hari-hari dengan penuh suka cita, buat semua orang berfikir aku selalu bahagia. Ini hidupku dan hanya aku yang tahu apa yang aku mau. Selesai menulis ini aku akan bilang pada ibu “Tolong tetap sehat dan biarkan aku menunjukkan warna pelangi padamu suatu saat nanti.”

Makanan Kesukaan Saat Bulan Ramadan.

Makanan Kesukaan Saat Bulan Ramadan. Gak kerasa sudah masuk di hari ke-6 ramadan tahun ini. Suasana ramadan memang paling di tunggu-tunggu. Kalo pagi hari bisa mendengar klotekan buat membangunkan kita saat sahur dan sore hari sudah banyak sekali orang yang berjualan di pinggir jalan untuk menjajakan jualan mereka.

Kebetulan sore ini aku bertemu dengan mbak Diyannika dan bu Wati, cewek kalo udah ketemu pasti deh ngobrol sana-sini. Ada aja yang akan kita obrolkan. Bahkan kalo kita lagi iseng, semut lewatpun bisa jadi bahan obrolan kita. Hahahahha benar-benar kayak kurang kerjaan aja.

Kali ini kita lebih semangat buat ngobrolin makanan yang paling kita suka saat berbuka puasa. Karena kebanyakan orang lebih suka makan buah yang simpel saat sahur. jadi kita bahan makan berbuka puasa. Siapa tahu jadi referensi buat lauk saat buka puasa. Kalo aku sendiri makanan kesukaan saat bulan ramadan itu:

Sayur Bayam dan Sambel Panggang.

Habis puasa makan sayur bayam yang segar plus ditambah sambal panggang, hem endes banget rasanya. Makanan ini pasti sudah biasa disajikan di rumah-rumah dan jadi primadona saat ramadan. Kesegaran sayur ini gak bisa ngalahin makanan di restoran deh hahahhaha.

Garang Asem.

Garang asem adalah masakan yang terbuat dari ayam plus tahu putih plus blimbing wuluh. Biasanya kalo gak ada blimbing wuluh di ganti pakai asam jawa. Masakan ini berkuah bening dan masih ditambah dengan cabe yang dimasukin butiran, bukan cabe yang dipotong-potong kecil. Rasanya pastinya asam, gurih dan pedas. Paling enak disantap selagi masih panas.

Tahu Petis.

Tahu petis kalo ramadan aku selalu bikin sendiri. Bukan petisnya yang bikin sendiri sih. Jadi aku beli petis yang udah jadi di pasar lalu aku bumbui lagi dengan dikasih air sedikit, garam, dan gula. Di masak sebentar dengan api kecil, sampai airnya menyusut. Setelah itu goreng deh tahu, kalo udah ditiriskan kasih petis yang buanyak hahahaha.

Kolak.

Kolak itu identik dengan santan kalo di Semarang. Tapi, kalo di Blora kolak itu ya hanya pisang dikasih kayu manis dan gula jawa. Udah itu saja. Gak seribet kolak Semarang. Aku paling suka kolak yang masih panas. Rasanya maknyes ditenggorokan. Kalo adek aku lebih suka kolak dingin. Pokoknya dingin dan ada es-nya.

Blewah.

Blewah disini bukan dibuat es loh tapi Cuma dimakan gitu aja. dikupas lalu dimakan seperti makan buah pada umumnya. Enak kok, coba deh sekali-kali makan blewah yang enggak di buat es.

Pada dasarnya saat ramadan gak ada makan yang istimawa bagi aku sih. Yang bikin istimewa bagi aku itu lebih ke suasana ramadannya. Kebersamaan bersama keluarga saat sahur dan buka puasa. Milih makanan apa buat puasa. Traweh bersama keluarga. Bulan ramadan adalah bulan yang selalu aku tunggu-tunggu dengan keluarga. Hawanya entah kenapa bisa bikin adem aja.

 Selamat berpuasa bagi yang menjalan ibadah puasa.

Selasa, 30 Mei 2017

Dibalik Diriku Yang Sekarang.

Saat mbak Nia dan Mbak Sundari mengatakan “Kenangan Masa Kecil Yang Paling Membekas Ingatan” otak lansung membuka memori 15 Tahun silam. Akhir-akhir ini aku sering sekali mengingat kenangangan itu. Entah berapa puluh kali ingatan itu menghantamku dengan kejamnya.

Kejadian dimana saat aku tak ingin mengingatnya. Kejadian yang terlalu perih sampai aku muak dengan itu. Mungkin ingatan itu mulai menari-nari dalam ingatanku karena orang dalam masa lalu datang kembali.

15 tahun silam saat aku duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada kejadian yang sangat membekas dan aku masih sangat mengingatnya. Dimana dulu 4 bulan sebelum Ujian Nasional aku terkena bully. Disadari atau tidak bully sudah ada sejak lama. Tapi, bully mulai terblow-up sekarang ini karena adanya sosial media.

Pada jamanku dulu punya handphone yang layarnya hitam putih saja sudah sangat mewah. Benar-benar mewah. Aku punya handphone pertama kali itu Siemens C55 yang harganya 1,8jt mugkin kalo sekarang uang itu setara dengan 6jt kali ya. Secara pada tahun 2002 mata uang masih dihargai. Siemens dulu merupakan handphone termahal. Boleh bangga kah aku? Jawabannya TIDAK.
https://www.google.co.id/search?q=siemens+c55&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiK1-fQw5bUAhUEj5QKHTNGBbYQ_AUIBigB&biw=1366&bih=662#imgrc=IFFyWl0WUrdcqM:

Semua berawal dari aku mulai menggunakan montor ke sekolah, lalu mulai disusul aku menggunakan jam tangan, dan puncaknya ketika aku mempunyai handphone.handphone memang merupakan barang mewah saat itu. Tapi, aku membawa handphone bukan untuk gaya-gayaan. Seperti awal mula hanphone itu dibuat untuk komunikasi jadi seperti itulah guna elektrok yang aku genggam.
Orangtua aku termasuk orang yang memiliki kecenderungan cemas berlebihan. Padahal pada saat itu belum ada isu penculikan anak dan organ dalamnya yang dijual aja udah kayak gitu, gimana kalo beliau hidup di era aku ini ya yang semua isu serasa benar.

Jadi intinya adalah saat dulu aku menggunakan barang yang berasa mewah aku kena bully. Bully mereka bukan dengan main tangan tapi lebih pada menyerang psikis. Selama sisa waktu 4 bulan di sekolah, aku dijauhi teman-teman. Foto mading yang ada aku dirobek menggunakan kater-dulu aku ikut paskibra dan terpilih dalam pengibaran bendera 17 Agustus-, yang paling parah saat itu aku di gosipin sudah tidur dengan salah satu cowok playboy di sekolah.

Hah...aku tak pernah berfikir kok bisa anak seumuranku mikir seperti itu. Dulu yang aku tahu hanya main dan membuat marah orangtuaku dengan semua permintaanku. Tidur bareng? Cek..cek..cek..anak SMP yang udah tahu akan hal ini akan jadia apa nantinya?

Selama 4 bulan itu benar-benar merubah aku yang dulu bisa gampang terbuka dengan orang lain dan mudah akrab menjadi seseorang yang menarik diri dari lingkungan. Selepas SMP aku masuk SMA Negeri di Semarang, disinilah aku paling merasa takut dikecewakan kembali oleh teman. Aku berbaur dengan mereka tapi aku tak bisa sangat dekat dengan mereka.

Entah sejak kapan aku punya pondasi tembok hati yang menjulang sangat tinggi. Ketika aku merasa dikecewakan, maka detik itu juga aku langsung mencoret dia dari daftar kawan. Hal itu masih berlaku sampai sekarang.

 **** 

Aku pernah curhat dengan mbak Nia, seperti apakah aku ini. Lalu mbak Nia bilang semua hal tentang diriku dan itu emang iya. Kata-kata yang masih aku ingat adalah “Kamu itu bisa menilai orang dari awal, mereka mau kamu jadikan teman atau lawan. Tapi kadang kamu ragu dengan keputusanmu.” Ah...iya.

Terlalu banyak goresan yang ada dalam hatiku dari awal beranjak remaja. Itulah yang membentuk Tina menjadi sekarang ini. Tina yang lembut dipermukaan, keras didalamnya. Untuk orang-orang yang menyakitiku dulu. Tuhan mungkin sedang berbaik hati padaku sehingga melihatkan seperti apa kedaan kalian saat ini. Ah maafkan aku yang tersenyum dibalik semua kejadian yang kalian alami saat ini.

Kamis, 25 Mei 2017

Tren Millenial yang Turut Mengembangkan JNE

Mei, 2017 – Meskipun hari Senin memiliki banyak keistimewaan, istilah “I Hate Monday” masih populer di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pekerja atau karyawan. Beragam cara orang menyikapi hari senin, awal minggu yang bagi sebagian orang agak malas untuk memulai aktivitas serta cenderung merasa bosan dan berharap agar weekend masih bisa diulang. Untuk itu berbagai hal dilakukan setiap orang secara pribadi. Bahkan menjadi program khusus yang diselenggarakan sebuah perusahaan untuk mengawali pekan, agar hari Senin menjadi momentum spesial dengan semangat baru dalam beraktifitas.

Dalam dunia kerja yang saat ini didominasi oleh tenaga kerja dari kategori Generasi Y, tren millennial dalam lingkungan kerja menjadi sangat kental, sehingga berbagai tradisi atau budaya karyawannya pun berubah. Hal ini terjadi hampir di semua bidang industri, tidak terkecuali dalam industri logistik dan pengiriman ekspres dimana JNE berada. Sehingga JNE pun menjalankan program khusus bernama “I Love Monday” yaitu penerapan casual dress code bagi karyawan back office.

Bagi banyak perusahaan, penerapan casual dress code telah menjadi kebiasaan sehari-hari, namun bagi JNE yang fokus di bidang pendistribusian barang dan telah berusia lebih dari 26 tahun. Hal ini menjadi hal berbeda yang menyenangkan. Apalagi 40 ribu lebih karyawan JNE di seluruh Indonesia saat ini mayoritas berumur 20 sampai 35 tahun atau masuk dalam kategori “Generasi Millennial”.

Mengenai penerapan “I Love Monday” ini, Presiden Direktur JNE M. Feriadi mengatakan, “Mulai bulan April 2017, setiap hari Senin karyawan back office bebas mengenakan pakaian casual dan mengekspresikan karakter diri masing-masing dalam penampilannya, tentunya tetap dalam etika maupun norma perusahaan. Hal ini menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menambah keceriaan suasana kantor dan kenyamanan dalam aktifitas bekerja, terutama di hari Senin. Saat ini diawali dengan penerapan bagi karyawan di kantor pusat, selanjutnya casual dress code setiap hari Senin akan dijalankan juga oleh karyawan back office JNE di seluruh Indonesia”.



Selain dalam lingkungan kerja, tren millennial pun turut mengubah kebiasaan dalam aktifitas pengiriman paket yang dilakukan oleh masyarakat saat ini. 5 sampai 10 tahun yang lalu, pengiriman JNE didominasi oleh pengiriman paket pribadi dan saat ini aktifitas pengiriman paket telah menjadi bagian dari hidup setiap orang karena perkembangan e-commerce yang menyentuh hampir seluruh produk-produk konsumsi untuk berbagai keperluan, bahkan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu JNE pun turut mengikuti perkembangan zaman tersebut dengan berbagai langkah, baik dari inovasi produk layanan sampai dengan program maupun acara.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistic. JNE bukan hanya berpartisipasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan perekonomian, tapi juga bidang lainnnya. Perkembangan teknologi telah membuka peluang bagi siapapun seperti generasi Y, bahkan generasi Z, untuk melakukan aktifitas pengiriman paket yang semakin mudah dengan adanya internet. Sehingga, JNE-pun selalu memiliki peran di berbagai bidang. Seperti olahraga, pendidikan, sosial, budaya, dan sebagainya.

Tentu berbagai perubahan budaya dan kebiasaan yang terjadi, menuntut para tenaga kerja untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya-karya di bidangnya masing-masing dalam memenuhi kebutuhan pasar yang turut berkembang juga. Untuk itu, pengembangan dan inovasi tidak hanya dilakukan dalam hal-hal besar, tapi juga hal kecil seperti menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan ceria.

Terbukti dengan penerapan casual dress code setiap hari Senin dalam “I Love Monday” di JNE, antusiasme karyawan sangat tinggi dan karyawan di cabang pun turut meminta hal ini juga diberlakukan di seluruh Indonesia, bahkan beberapa orang karyawan sampai membeli baju baru agar penampilannya dalam mengekspresikan karakter personal makin maksimal di awal pekan. Tentunya dengan kepercayaan diri yang bertambah, maka akan menstimulasi kreatifitas yang berdampak pada peningkatan produktifitas dan performa kinerja.

Sabtu, 13 Mei 2017

Nikmatnya Nyemal-nyemil Menu Rising Stars Hokben Bersama Sahabat.

Panasnya kota Semarang akhir-akhir ini membuat tidak betah lama-lama hanya dirumah. Ya, maklum aja rumah aku gak ada kipas angin apa lagi AC. Segala pendingin ruangan tidak ada kecuali angin yang berasal dari jendela, ventilasi udara, dan pintu hahahaha....
Hokben
Foto pribadi

Bukan tidak bisa membeli kipas angin tapi tiap kali membeli kipas angin selalu rusak dalam waktu 3 bulan. Bayangin beli rusak, beli rusak...udin gitu aja muluk sampai negeri api menyerang (-_-) rusaknya kipas angin itu sebenarnya gara-gara adik laki-lakiku yang sukanya sok-sokan mau membersihkan kipas angin dan akhirnya malah rusak parah.

Foto by Mara
Terus bagaimana dengan AC? Hem...kalo AC ini masalah dalam dompet. Bisa beli AC tapi kalo gak kuat bayar listrik tiap bulan kan sama aja bohong. Tau sendirilah ya tarif listrik sekarang ini naik jadi 100% (*^*) yang artinya aku harus menghemat semua pengeluaran demi bisa membayar listrik tiap bulannya.

Ngomongin tarif listrik jadi panas ini otak. Main Mall asik kali ya. Bisa ngadem dan cari wifi gratis kwkwkwkw.

Nerjang siang hari yang terik dan jalan Semarang yang bisa dibilang sekarang ini sangat padat tidaklah mudah untukku. Udah panas, macet, haus, dan lapar jadilah membuat otak yang udah panas  makin panas. Lalu muncullah emosi yang meledak-ledak. Mulailah disalurkan emosi itu dengan  main klakson “Tin..tinn..tinnn...” dan dapat sumpah serapah dari pengguna jalan lainnya yang mulai menipis persedian cairan dalam tubuhnya (T^T)
Jus Melon dengan perasan citrus

Akhirnya masuk juga di mall Paragon. Dari depan pintu saja sudah disambut angin dari pendingin ruangan. Kulit yang tadinya panas tersentuh hawa dingin membuat sejuk sekita. Huih badan aku segar langsung.

“Hokben lantai atas Tin, sak iki.” Aku lihat ada pesan singkat dari sahabat aku. Ini pesan singkat apa mandat ya?! Oke deh, langsung meluncur ke Hokben tanpa perlu membalas pesan yang agak menyebalkan itu.

Baru sampai di depan outlet sudah disambut lambaian tangan sahabatku. Yang tandanya “Cepat, jangan pakai lama.” Tanpa basa-basi gak pakai tengok kanan kiri langsung deh menuju meja si empunya punya tangan melambai. Eh.

Sebelum aku sempat cipika-cipiki comot dulu makanan yang ada di depan mata. Hem enak juga. Bentuknya sticks dan berbahan dasar daging ayam yang lembut. “Eh Po, ini apa ya?” tanyaku pada sahabatku yang sedang melotot kearahku karena jengkel makanan dia aku comot paksa.

“Makanan,” Jawab dia sok marah.”Itu Sakana Sticks, makanan baru dari Hokben. Enakkan?” lanjut dia.

“Hum..enak. Ini makanan baru ya?”

“Iya, Hokben punya Menu Rising Stars. Menu ini baru. Menu Rising Stars itu ada: 
Ocha Lychee Tea. 
Sakana Sticks original. 
Sakana Sticks With Seaweed topping. 
Soft Pudding Taro. 
Soft Puding Mango. 
Disini juga ada Edamame loh Tin, itu bagus buat diet kita.”
Edamame

Manggut-manggut sambil mendengarkan sahabatku menjelaskan menu baru yang berasa aku lagi jadi target MLM hahaha.

Jadi...

Ocha Lychee Tea.

Minumana yang berbahan dasar dari Ocha (teh hijau asli Jepang) dengan sirup Lychee dan diberikan juga buah Lychee dan Nata de Coco Crispy. Membuat minuman ini segar dan manis.

Sakana Sticks Original dan Sakanan Sticks With Seaweed Topping.

Makanan ini biasanya disebut nugget. Tapi bedanya adalah Sakana Sticks berasal dari daging pilihan yang dibuat menjadi sangat lembut. Setiap gigit berasa nagih, gak mau berhenti makan. Untuk rasa yang diberikan ada 2 rasa. Original dan Seaweed.

Soft Puding Taro dan Soft Puding Mango.

Puding ini terbuat dari sari pati asli dari ubi dan mangga. Tentu saja dengan bahan yang sangat bagus akan mendapatkan cita rasa yang luar biasa. Tapi, sayangnya untuk puding ini tidak dijual di luar Jakarta. Katanya sih puding ini tanpa ada bahan pengawet dan pabrik pembuatanya hanya baru ada di Jakarta. Demi memberikan citarasa yang lebih baik Hokben tidak membuka menu puding di luar Jakarta. Hik hik sedih (T^T)

**** 

Aku dan Mara menikmati semua menu Rising Stars yang di sediakan Hokben Mall Paragon. Makan ringan disini membuat aku sangat ketagihan. Dulu sih kalo ke Hokben identik dengan makanan berat. Ya, makanan porsi besar seperti bento.


Sejak ada Hacafe yang interiornya Japan Looks membuat nongkrong makin asik bersama sahabat. Tempatnya enak, makanan enak, dan pelayanan sangat ramah. Gimana gak betah coba kalo Hokben senyaman ini.

 Ahhh gak rela kalo harus pulang. Emm..aku tadi makan apa aja ya. Duh diet aku gimana ini?! Tidakkkk...

Jumat, 21 April 2017

Gravitasi Wanita Dalam Lingkaran Bisnis dan Menulis.

Sebagai seorang wanita yang lahir di dunia serba cepat ini, di tuntut untuk menjadi sigap dan tanggap dalam semua hal. Bukan hanya cantik yang di utamakan tapi kecerdasan otak juga harus di prioritaskan. Saat kita sebagai wanita bisa meberikan masukan bahkan bisa ada dalam lini jejaring lebih luas, maka seorang wanita tidak akan dipandang sebelah mata. Apa lagi hanya hiasan semata. Gravitasi wanita dalam lingkaran bisnis dan menulis sangat nyata terlihat.

Rabu, 12 April 2017

Untukmu Ibu Yang Selalu Mengulurkan Tangan Saat Aku Terjatuh

“Ibu...aku mau keluar kuliah.”

Ibu hanya diam dengan apa yang aku katakan. Sepersekian detik diamnya, aku kira beliau akan kecewa dengan apa yang sudah aku putuskan. Tapi, ternyata perkiraanku itu salah. Beliau membelai rambutku dan memelukku sambil berkata “Maaf.” Saking pelannya aku kira, aku salah mendengar.

Tak ada air mata yang menetes dari mata tua ibu, hanya guratan waktu yang semakin terlihat di wajahnya. Mata itu dan wajah itu sudah memberikan jawaban yang nyata padaku. Jawaban yang mungkin kalo terucapkan akan membawa duka.

6 tahun lalu keuangan keluargaku menjadi kacau karena bapak sakit stroke. Semua aset yang ada dijual untuk kesembuhan bapak. Tak terkecuali rumah yang aku tempatti sekarang ini. Mau tidak mau kehidupan yang dulu penuh dengan kemewahan tiba-tiba berbanding terbalik 180 derajat. Ibu-pun menjadi tulang punggung keluarga. Beliau yang tidak pernah bekerja dari awal dipinang bapak sampai bapak terjatuh sakit. Seketika itu juga ibu harus bekerja demi keluarga.

Ibu harus bahagia. 

Aku tidak pernah melihat ibu menangis ataupun berkeluh kesah sampai detik ini. Beliau tetap berdiri tegar bekerja dilingkungan yang tidak pernah beliau pikirkan sebelumnya. Bekerja di pasar tradisional sebagai penjual ayam potong.

Aku tidak malu dengan pekerjaan ibu, karena pekerjaan itu halal. Aku lebih malu pada diriku sendiri yang sampai saat ini belum bisa membahagiakan beliau. “Aku mau jadi penulis bu..aku ingin dengan ini hidup kita berubah.” Itu yang aku katakan beberapa tahun yang lalu.

Janji itu belum sepenuhnya bisa aku tepati sampai saat ini. 2014 selang setahun bapak tiada aku menelurkan sebuah karya yang akhirnya dibukukan. Saat aku memberikan kabar ini, ibu tersenyum penuh kebahagiaan. Aku kira rasa lelahnya sedikit bisa terbayar dengan prestasiku.

Ibu yang selalu mengulurkan tangan saat aku terjatuh. Terjatuh dengan semua cemooh orang-orang di sekitarku dan terjatuh oleh kenyataan hidup. Isak tangisku hilang seketika saat bahu kecil itu dipinjamkan untukku. Dengan ketegarannya aku harus kuat dan meraih mimpiku. Aku tak boleh kalah oleh rasa malas, semua omongan orang diluar, dan segala rintangan yang akan aku hadapi. Aku harus sukses karena ibu harus bahagia.

Melihat dunia luar. 

“Ibu suka banget lihat acara tv jalan-jalan. Ibu mau kesana?.” Tanyaku iseng.
“Uangnya siapa to Tin..lihat kayak ginikan hiburan” menjawab pertanyaanku tanpa berpaling sedetikpun dari layar tv.

Dalam hati aku bertekat akan membawa ibu keliling Indonesia dan dunia. Tujuan utama ke Universal Studios Japan. Kenapa kok malah ke negara tetangga? Karena dulu saat masih Sekolah Menengah Atas (SMA) aku sudah bercita-cita untuk kuliah disana. Ya, walaupun akhirnya gak terwujud. Jadi, aku bertekat untuk mewujudkan dengan jalan-jalan kesana setidaknya.

sudah cari-cari di online http://www.elevenia.co.id/ctg-voucher-fisik berapa kira-kira aku harus mengeluarkan uang untuk jalan-jalan ke Jepang. Pilihan aku jatuh ke Elevenia  karena memberikan potongan harga dan kemudahan dalam pembayaran.

Aku pernah membaca dari tweet seseorang –aku lupa tepatnya siapa dia— keinginan membahagiakan ibu akan diberikan kemudahan yang sangat tidak disangka-sangka. Saat aku membaca tweet dia, dia sudah mengajak keluarganya keliling 3 negara dan membayar lunas semua hutang-hutang keluarganya.

Dari kicauan itu membuat aku semakin semangat untuk mewujudkan impianku. Demi senyum ibu yang sangat lepas. Demi ketenangan hati beliau. Aku tak ingin lagi melihat ibu resah dalam tidurnya.

Suatu saat dengan berani akan aku katakan “Ibu tidak usah bekerja lagi. Semua akan aku tanggung. Yuk ah bu bikin paspor, kita jalan-jalan nikmati hidup.” Selalu sehat ibu, sampai aku bisa mewujudkan mimpiku. Jangan pernah lepaskan genggaman tanganmu padaku bu.

Minggu, 09 April 2017

#MemesonaItu Meraih Impian Dengan Elegan Bukan Dengan Menusuk Dari Belakang.

Siapa yang tidak bermimpi menjadi wanita cantik, punya kedudukan tinggi, disegani orang, dan banyak orang yang mencintai. Pasti semua wanita di dunia ini termasuk aku menginginkan hal itu. Dulu saat aku masih kuliah menganggap #MemesonaItu adalah wanita cantik yang glamor.

Rabu, 05 April 2017

Lunpia Delight Mengembangkan Pariwisata Semarang Dengan Kerjasama Blue Bird

Siapa yang tak kenal dengan Lunpia Semarang dengan citarasa manis dan gurih dari rebung sehingga membuat makanan ini digemari semua kalangan. Tekstur yang krispi membuat Lunpia jadi susah sekali dilupakan. Seperti kenangan aku dan kamu...eaaaaa

Photo By Asmari