Sabtu, 09 April 2016

Gedung Lama Sekolahku

Menempuh pindidikan kulliah dibawah nama besar lembaga keuangan daerah merupakan hal yang bisa dibanggakan. Berharap setelah menyelesaikan studi dalam jangka waktu 4 tahun dengan menyadang gelar Sarjana Ekonomi (SE) akan bekerja di Bank daerah. Itu adalah impian pada umumnya.
Foto diambil dari google


Tapi pada kenyataannya yang di hadapi mahasiswa yang kulliah di tempat yang sama denganku, bukan hanya mata kulliah yang harus segera diselesaikan. Tapi juga ingin cepat-cepat selesai dengan urusan yang bersangkutan dengan gedung tempat kami bernaung. Pasalnya gedung kami bernaung termasuk gedung paling tua di kota lama. Bisa membayangkan bagaimana menempati gedung yang lift-nya merupakan lift pertama yang ada di Semarang dan sampai saat ini masih beroprasi.

Lift ini bila ingin bisa jalan harus ditutup rapat pintunya. Karena pintu ini tidak bisa rapat maka kami para mahasiswa harus rela mengeluarkan tenaga untuk menutup pintu lift bersama-sama. Belum lagi waktu lift sudah mulai naik atau turun rasanya hati ini ingin copot, naik lift seperti naik bajai selalu tersendal-sendal. Untuk mahasiswa yang tidak berani uji nyali biasanya mereka lebih memilih naik tangga padahal gedung ini berlantai 5. Saat ganti kelas dari lantai 4 ke lantai 3 aku memilih naik tangga tapi kalo saat naik lantai lebih atas aku lebih pada uji nyali di dalam lift.

Namanya juga bangunan tua bukan hanya bangunannya yang tua tapi juga penghuninyapun mungkin sudah sebanyak umur bangunan. Di kampus bukan hanya ada mahluk yang bisa dilihat tapi ada juga mahluk yang tidak bisa dilihat kasat mata. Dari lantai satu sampai lantai lima semua ada cerita dan semua ada saksi mata.

Lantai paling menakutkan adalah lantai lima. Konon di lantai lima dulu ada orang yang bunuh diri karena putus cinta. Entah kabar ini benar atau hanya kabar yang ditambah bumbu saja agar makin enak saat dikonsumsi publik. Seandainya itu adalah kabar burung saja tapi ada kejadian berulang-ulang kali yang membuat mahasiswa ketakutan. Dulu pernah ada kejadian saat ada yang memminjam alat seperti gamelan. Gamelan di kasih atas dan ada mahasiswa yang mendengar gamelan itu berbunyi padahal di lantai lima sudah tidak ada orang.

Ada juga yang mengalami kesurupan dengan tiba-tiba menari padahal saat itu dia sedang asik ngobrol dengan teman-temannya. Kejadian itu pas di lantai dua dan siang hari juga. Sontak mahasiswa yang melihat ini menjadi ketakutan.

Banyak sekali kejadian yang terjadi di luar nalar manusia tapi ini kenyataan. Kita hidup berdampingan dengan hal yang tidak bisa kita lihat tapi kadang bisa kita rasakan. Selalu lakukan hal-hal baik agar kita juga tidak merasa terusik.

5 komentar: