Jumat, 08 September 2017

3 Penulis yang Menjadi Inspirasi.

“Penulis favorit” mbak Irfa Hudaya dan mbak Dani Ristya memberikan teman ini. Teman ini cocok dengan aku yang ingin menuliskan nama-nama penulis yang aku sukai dari jaman bahula sampai sekarang belum tercoret satu katapun di blog.

Di belahan dunia ini banyak sekali penulis hebat yang bertebaran. Tidak sedikit orang Indonesia lebih suka penulis luar dari pada dalam. Aku pun salah satu dari mereka kok, yang menyukai penulis-penulis luar. Tapi, sebagai ispirasi aku lebih suka penulis Indonesia.

Ada tiga penulis Indonesia yang aku sukai, bukan hanya aku sukai malah. Aku lebih ke kagum ke pada mereka. Setiap tulisan yang mereka torehkan berhasil membuat aku terlena dalan tiap kata. Bisa membuat aku menangis, tertawa kepingkal-pingkal, dan tercengang di buatnya.

Tulisan mereka serasa memiliki kekuatan magis yang sangat sayang untuk dilewati. Setiap karya mereka selalu aku nantikan. Aku punya semua karya penulis ini loh. Sampai-sampai aku selalu kepoin akun sosial media mereka kwkwkwkwkwkw

Ketiga penulis itu adalah Wiwien Wintarto, Astrid Zeng, dan Karla M Nashar.penulis-penulis ini lah yang mengispirasi aku dalam setiap karyaku. Bukan mencontek gaya mereka dalam menulis. Tapi lebih mempelajari alur cerita dari mereka. Semua penulis pasti punya panutankan, tak terkecuali aku. Yuk..ah bahas satu-satu penulis ini...cusss...

Wiwien Wintarto

Seorang laki-laki kelahiran Semarang yang sekarang ini bertempat tinggal di Magelang. Dia selalu mengocehkan apapun di dalam akun sosial media twitter dan facebook. Tweetnya selalu bisa bikin aku ketawa dan kadang merasa goblok. Tunggu..tunggu...tweet dia gak pernah menggurui loh, malah seringnya bercanda.

Candaan yang bikin aku bilang “Asem” hahaha.... Aku jatuh cinta pada tulisannya untuk pertama kali saat membaca buku “Say No To Love” sejak itu aku mencari buku dia yang lain. Bukan merasa bosan dengan tulisannya aku malah merasakan candu untuk terus membacanya.

Tulisan dia ringan dan banyak diselipi oleh adegan-adegan lucu. Itulah yang selalu aku rasakan saat membaca bukunya. Sampai akhirnya tahun 2014 dia menulis buku “The Supper Club” di situ aku merasa sangat mual. Bukan berarti buku dia gak bagus loh. Bukunya anjay banget.

Dalam buku mas Wiwien kali ini menuliskan cerita yang aku sendiri terkecoh dengan akhir ceritanya. Tak bisa ditebak. Kanibalisme yang dibalut cantik dengan kehidupan metropolitan. Kalian harus baca aja deh. Buku ini berhasil membuat orang tidak berani makan steak untuk beberapa waktu.

Mas Wiwien adalah guru aku dalam menulis. Aku sudah beberapa kali ketemu dan bertukar pikiran dengan dia. Orangnya ramah, gak pelit ilmu juga. Selalu menyenangkan saat berbicara dengannya.

Astrid Zeng

Penulis wanita yang sekarang ini tinggal di kota Surabaya ini berhasil mencuri perhatianku saat aku pertama kali membaca “Sleepaholic Jatuh Cinta”. Dari Sleepaholic akhinya aku mencari buku yang lainnya, eh ternyata buku ini saling menyambung sampai 5 seri.

Karena aku menikmati tulisannya, akupun punya semua bukunya. Termasuk buku terbarunya “Wedding Crasher.” Astrid selalu mempunyai ciri menulis dengan nakal, menggelitik, dan bikin baper. Tulisannya selalu membuat aku membayangkan aku ingin punya pasangan seperti tokoh yang dia tulis. Padahal setiap tokoh laki-laki yang dia buat tidaklah sesempurna hayalan. Tapi, aku mau satu kalo memang ada di dunia nyata kwkwkwkwk

Aku suka banget kepoin sosial media Astrid. Banyak foto-foto yang aku sukai dari cewek bermata sipit seperti aku ini. Upsss bukan SARA yes. Hanya mau mengakui ras aja.

Karla M Nashar.

Tak banyak yang aku tahu dari penulis ini.Bahkan aku cari akun sosial media dia tidak ada yang aktif. Sekepo itu ya aku. Ya aku kepo pada semua penulis yang aku sukai. Kembali ke karya Karla. Karya dia yang paling aku suka “Ti Amo, Tia Amoria” buku ini berhasil membuat rasa boringku hilang dalam sekejap.

Sampai sekarang aku masih membaca buku itu. Buku yang menceritakan tentang ruetnya rumah tangga tertulis sangat mengagumkan. Cerita yang bukan menyek-menyek seperti di sinetron ataupun cerita tentang dua manusia berlainan jenis penuh nafsu. Buku ini menuliskan tentang bagaimana cinta bisa bertahan melewati waktu dan rindu.

Itulah tiga penulis panutanku. Kalo kalian membaca karyaku dan menemukan gaya tulisan yang hampir sama seperti mereka, mohon dimaklumi karena aku juga sedang mencari gaya penulisanku sendiri. Aku mencari dimana letak ini loh aku.

3 komentar:

  1. Asyiiik akhirnya post juga...ternyata kamu nasionalis banget ya mbak penulis favoritmu orang lokal indonesia semua saluut..

    BalasHapus
  2. Aku belum pernah baca ketiga buku inii, jadi penasaran.

    BalasHapus
  3. Belum baca ketiganya, jadi pengen baca deh

    BalasHapus