Jumat, 21 Oktober 2016

Benarkah Penyebab Utama Penyakit Toxoplasma Dari Kucing?


Dewasa ini semakin santer terdengar penyakit mematikan yang membuat wanita tidak dapat memiliki anak. Penyakit yang sering dihubungkan dengan kucing adalah Toxoplasma. Sering kali orang menganggap kucing itu adalah hewan yang kotor dan sarangnya berbagai penyakit. 
cerita dandelion
Bulpa lahap banget makan Friskies :D



Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan hewan pada manusia dan sebaliknya. Jadi apakah benar Toxoplasma itu berasal dari kucing? 
cerita dandelion
acara friskies di Giggle Box


Hari minggu kemarin Friskies memberikan penyuluhan tentang hewan imut ini di Giggle Box. Penyuluhan dari narasumber drh. Wiwin Yuli Widiastuti. Beliau memjelaskan dengan gamblang tentang penyakit kucing, mitos yang beredar selama ini di masyarakat, dan bagaimana caranya memelihara kucing untuk frist time owner
Mas Andrew sedang menjelaskan tentang missi 500 cat venture. photho by Arina

Apa sih Toxoplasma itu? 

Toxoplasma adalah salah satu penyakit menular zoonosis, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Manusia sering tertular penyakit ini akibat makan daging yang dimasak tidak sempurna, daripada tertular dari tinja kucing. Sehingga tidak perlu membuang kucing yang ada di sekitar kita. Kucing memang menjadi inang utama Toxoplasma gondii, tetapi tidak semua kucing menjadi sumber penularan Toxoplasmosis. 
drh. Wiwin Yuli Widiastuti

Cara penularan Toxoplasma ke manusia.

1. Toxoplasma ada di semua bahan makanan mentah atau setengah matang yang tercerna. 
2. Jika si puss terinfeksi akut, gejala yang muncul adalah diare. 
3. Kita bisa tertular Toxo jika kita kontak dengan kotoran si puss yang terinfeksi. 

Cara pencegahan. 

1. Tidak memberikan makanan mentah kepada kucing, hindari makanan setengah matang.
2. Jangan lupa cuci tangan hingga bersih sehabis bermain dengan si puss. 

Dengan semua pemaparan ini apakah masih percaya dengan mitos yang salah, bahwa kucing dapat menyebabkan: 

1. Alergi, asma, dan gangguan pernapasan yang lain. 
2. Toxoplasma dan dapat menyebabkan obortus sampai tidak bisa punya anak. 
3. Biaya perawatan mahal dan ribet. Biaya chek-up biasanya dari Rp 50.000 – Rp 200.000. 

Bila ada yang bilang kalo biaya perawatan si puss mahal coba deh minta dia untuk ikut dalam komunitas pecinta kucing di daerah masing-masing. Biasanya dalam satu komunitas akan ada info kapan dan dimana tempat untuk memberikan pengobatan gratis. Pengobatan yang biasa diberikan pada kucing adalah Vaksin dan Steril bagi kucing dewasa. 

Pro dan kontra masalah steril sudah memcuat lama seperti manusia yang pro dan kontra masalah KB. Kita kesampingkan untuk masalah yang berhubungan dengan pro dan kontra tersebut. Sekarang kita lihat dari sisi manfaat steril untuk kucing. 

Manfaat steril:

1. Kucing lebih sehat dan hidup lebih lama 2-3 tahun. 
2. Mengurangi resiko kangker rahim dan mammae (betina) dan prostat (jantan). 
3. Kucing lebih tenang. 
4. Mengurangi spraying (kucing jantan). 
5. Terhindar dari resiko luka-luka karena berkelahi memperebutkan betina daerah kekuasaan. 
6. Menghemat biaya perawatan. 
7. Kontrol populasi. 
8. Mencegah wabah rabies dan penyakit lain. 

Kalo sudah tahu kucing bukanlah sumber dari penyakit jadi apa sih manfaat dari memelihara kucing:

Mengurangi stres.

Dengan merawat, bermain-main dan membelai hewan peliharaan kamu akan menghadirkan suasana santai, tenang, dan senang. 

Menurunkan resiko penyakit jantung. 

Memelihara kucing dapat menurunkan level sters, dan sebuah penelitian menemukan jika hal tersebut dapat menurunkan resiko kardiovaskuler. Dengkuran kucing memiliki frekuensi 20-140 Hz yang baik untuk terapi berbagai macam penyakit.

Membantu kamu mencari pasangan. 

Wanita akan lebih tertarik pada laki-laki yang memiliki hewan peliharaan. Dari 90% wanita yang disurvei menilai pria yang memelihara kucing punya sifat lebih baik, menyenangkan, perhatian, dan peduli (Dr June Nicolls) 

Jadi bagi para jomblo yang ingin menemukan pasangan, seperti aku yang lagi jomblo ini harus memelihara kucing. Plak! :D 

Menurunkan resiko infeksi dan gangguan saluran pernapasan. 

Sebuah studi mempelajari bahwa kontak dengan hewan kesayangan pada tahun pertama kehidupan akan memperkuat sistem kekebalan bayi, khususnya penyakit gangguan saluran pernapasan. 

Pantesan setiap kali melihat sosial media luar negri banyak bayi yang sudah di biarkan bermain bersama kucing. Bahkan mereka sudah terbiasa tidur bersama kucing. 

Melawan gangguan alergi pada anak. 

Seperti halnya dengan kucing, jika mereka pada tahun pertama hidup dilingkungan yang banyak kecoa, tikus, dan kotoran akan mengembangkan kekebalan mereka melawan alergi lingkungan sekitar. Begitu juga anak-anak dengan exposure yang tinggi terhadap alergi dan bakteri dapat mengembangkan sensitisasi lebih baik untuk melawan alergi. 

Menghilangkan kesepian. 

Memiliki hewan peliharaan membantu penyembuhan dari rasa kehilangan orang yang dicintai. Ini buat jomblo garis keras lagi yes :P 

Bagi jomblo yang kesepiaan bisa mulai adopsi kucing di sekirat kita. Tidak perlu harus membeli kucing dengan harga selangit kalo kita tidak bisa memeliharanya. Udah buang duit bikin binatang tersiksa pula, cukuplah hati para jomblo saja yang tersiksa. Ehhh. 

Gengsi? Hem banyak orang yang pelihara kucing mahal hanya untuk puaskan ego mereka saja. Tahu gak sih kucing domestik itu lebih kuat loh. Kayak hati para jomblo yang kuat itu (Siap-siap kena lemparan uang dari para jomblo ni hahaha). Kucing domestik ternyata campuran dari berbagai ras dan semua kucing ras tidak memiliki sisilah yang jelas. Catet!


“Mungkin kucing domestik tak sebersih anak kucing yang lahir di petshop. Mereka ini adalah anak kucing liar yang terlahir di jalanan, atau mungkin dipisahkan dari induknya dan dibuang...bertahan hidup di jalanan dan makan dari mengais sampah tiap hari. Daya tahan tubuh mereka sudah terlatih menghadapi kerasnya hidup di dunia luar. Tapi lihatlah..ekspresi mereka saat kita bawa pulang. Jangan bangga karena bisa membeli kucing mahal..banggalah bisa merawat kucing liar. Karena mereka pricelless...tidak pernah diberi label harga oleh siapapun dan ekspresi bahagia mereka saat kita bawa pulang. Tidak bisa dibeli di toko manapun. Please. Don’t buy..don’t breed...ADOPT.” (Webtoon My Brother, Cats & I. Nadesicko) 

Seperti yang sekarang dilakukan oleh Friskies merangkul orang-orang untuk mulai memperhatikan lingkungan sekitar dengan meng adopsi kucing liar di sekitar kita. Dengan goal yang jelas. 500 kucing yang akan diadopsi. Cara yang bisa dilakukan adalah memanfatkan sosial media seperti yang dikatan oleh Mas Tofik dari Think.Web
Mas Tofik sedang menjelaskan kekuatan sosial media.

Beliau menjelaskan bahwa 79 juta populasi di Indonesia aktif menggunakan sosial media. Bila ada 100 orang saja yang mau menyebarkan informasi baik tentang kucing liar secara konsisten, maka dengan sendirinya akan banyak yang tahu tentang info ini. Pelan tapi pasti semakin banyak orang yang mulai peduli dengan lingkungan sekitar. Yuk, mulai dari diri sendiri infokan yang baik-baik :) 
Blogger salah satu media yang baik. Photo by Vita

Bila sudah memutuskan untuk memelihara kucing. Kita harus tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk kucing kesayangan kita. 

DO: 

1. Perhatikan ketersediaan makan dan minuman sesuai takaran dan jadwal yang ditentukan. 
2. Ganti atau cuci tempat makan dan minuman setiap hari. Gunakan desinfekta sesuai takaran bila perlu. 
3. Jagalah kebersihan kandang dan litter boxnya. 
4. Obat cacing secara rutin sesuai umur dan jadwal yang di tentukan. 
5. Chek up secara rutin dan sesuai kebutuhan. 
6. Ajaklah kucing kamu berinteraksi sesekali. 
7. Mandikan atau grooming kucing kamu minimal 2 minggu sekali agar terhindar dari jamur dan kutu. 
8. Vaksinasi secara rutin dan sesuai kebutuhan. 
9. Jemur kucing kamu 10-15 menit pada jam 07:00-09:00. 
10. Bersihkan dirimu setelah berinteraksi dengan kucingmu. 

Don’ts

1. Meninggalkan kucing sendiri di rumah tanpa makanan dan minuman yang cukup untuk waktu yang lama. 
2. Meninggalkan kucing di mobil dalam kondisi mobil mati dan jendela tertutup. 
3. Memberikan makanan berupa tulang dan makanan yang masih mentah. 
4. Memberikan sembarang obat manusia pada saat kucing kita sakit. 
5. Memberikan pakan anjing pada kucing dalam waktu yang lama. 
6. Memberikan makanan dari olahan cokelat. Cokelat mengandung Theobromine dan Cafeine dari kelas obat Methylxanthines. Dalam jumlah yang cukup kedua zat tersebut bisa beracun bagi kucing. 

Jadi sambutlah teman baru kalian dengan riang gembira. Si puss akan memberikan hal baru dalam hidup kalian. Suka cita yang tak terbayangkan. Bagaimana rasanya dibangunkan pagi hari dengan meongan mereka yang manja, tingkah menggemaskan mereka saat ada maunya, dan imutnya mereka saat tidur lebih dari 10 jam dalam satu hari. Sambut bahagia kalian :) salam dari Kuro dan Bulpa. Meongg...

18 komentar:

  1. Aku geli ama kucing dan cowok yg pny hewan peliharaan tuh mak... aneh y

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi gak ada yang aneh tu mak..kan ada yang suka ada yang takut banget ama kucing hehe

      Hapus
    2. Justru kemarin dibilang cowok yang punya hewan peliharaan lebih gampang cari jodoh yaa...

      Hewan aja dipelihara dengan baik, apalagi kita... #uhuk :D

      Hapus
  2. Aku geli ama kucing dan cowok yg pny hewan peliharaan tuh mak... aneh y

    BalasHapus
  3. Saya juga punya kucing, Mbak. Bukan kucing yang mahal, kucing liar yang datang sendiri ke rumah. Awalnya saya juga takut dengan tokso, apalagi saya punya anak gadis.
    Tapi jadi semakin tenang, setelah membaca tulisan Mbak Tina :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak ya ketakutan peremouan itu hehe..trimakasih kalo tulisan aku bermanfaat :)

      Hapus
  4. wah untung kucing saya udah divaksin.
    cuma ampun deh kalau udah horny pengen kawin, berisik terus.
    saya biasanya catwalking sehari kira-kira 1 jam sama dia. Soalnya kalau enggak protesnya bab dimana-mana dia.
    eh mbak kalau kebetulan cari tips fotografi boleh mampir juga ke blog saya.
    gariswarnafoto[dot]com
    makasih buat artikelnya yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha iya kalo udah horny si puss gak bisa tenang :D

      oke mas aku akan mampir :)

      Hapus
  5. Bener banget...ga ada yg ngalahin perasaan bahagia saat kita bisa menyelamatkan 1 aja nyawa puss dijalanan. Orang2 suka nanya aku kurang kerjaan bgt pelihara kucing kampung? La apa salahnya mereka mahluk Allah jg bwehak hidup berhak disayang n kalau dirawat dgn baik lucunya ga kalah sama kucing2 mahal ntu :)
    Love them so much

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, kadang juga ada yang bilang buat apa aku kasih makan kucing liar nanti mereka akan terbiasa dan datang lagi. hadeh..kan puss juga butuh makan biar hidup. Kadang sedih kalo ada yg kayak gini (T-T)

      Hapus
  6. salut sama orang yang telaten ngurus ni binatang kesayangan, semangat mba untuk mengadopsi kucing liar menjadi kucing primadona yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga ada rezeki lebih jadi isa bagi2 ama puss hehe

      Hapus
  7. Aku jadi pengen adopt kucing nih gegara ikutan acara Friskies kemarin. Ifa juga langsung semangat, kalau ada kucing liar langsung dipanggil, ayah bundanya suruh nyiapin makanan. Wkwkk... semoga ada yang betah dan mau dipelihara yaa.. buat teman main anak-anak ntar hehe...

    BalasHapus
  8. Aku paling geli dengan kucing. Kalau ngeliat doang sih ngga apa. Tapi kalau tinggal serumah, ga tahan bulunya Mbak. Bener juga sih mungkin karena image sudah tertanam yak...

    BalasHapus
  9. kasiannya si kucing jadi kambing hitam hehehe padahal kucing kan bukan kambing :D
    Saya sebagai pecinta kucing dan punya pengalaman memelihara kucing, pemeliharaan dan sterilisasinya tergantung yang merawat

    BalasHapus
  10. wahh acearanya seru banget yaa...jadi nyesel kemaren gak bisa datang huhu

    BalasHapus