Jumat, 11 November 2016

Jangan Bersedih, Karena Bersedih Berteman Baik Dengan Kanker.


“Memendam sedih dalam hati terlalu lama hanya akan menyakiti diri sendiri” 

Kata-kata ini sering digunakan dalam film apapun genrenya. Kata-kata ini juga berlaku pada Budhe aku. Kakak ipar dari pihak Ibu. Sejak 6 tahun lalu Pakdhe berpulang padaNya, Budhe terpukul dengan hal ini. Kesedihan mendalam dirasakannya. Kesedihan yang dipendam sendiri membuat dia semakin terpuruk selama menjalani hari-harinya.




4 tahun berlalu Budhe sedikit terbuka dengan mengeluhkan salah satu payudaranya nyeri sekali. Ini untuk pertama kalinya budhe mau terbuka dengan cicik--sodara perempuanku dari pihak Budhe. Sebelumnya Budhe tidak pernah bilang apapun pada keluarga, rasa sesakit apaun dia pendam selama ini. Jadi keluarga Budhe hanya menebak-nebak saja sakitnya. Karena kondisi Budhe dari hari kehari kian menurun. Bukan hanya nyeri pada payudara tapi juga rasa sakit kepala yang hebat dan kadang kala badan menjadi panas. Sudah diberi obat sakit kepala dan obat penurun panas tidak kunjung sembuh, dan juga mengeluhkan rasa sakitnya payudara semakin menjadi. Akhirnya mau tidak mau Budhe kalah oleh anak-anaknya dan mau diperiksa ke rumah sakit.

Karena kota Blora sangat kecil. Jadilah setiap pemeriksaan dilakukan di Jogja. Pertama pemeriksaan benjolan sudah sebesar biji buah salak dan masih berupa Tumor. Waktu itu pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan cara medis tapi ke alternatif, karena mereka masih percaya akan hal-hal klenik. Pemeriksaan secara alternatif sebenarnya mendapat tentangan dari anak ke-2 tapi Budhe mempercayai apa yang selama ini sudah iya percaya.

Diambil dari artikel https://plus.google.com/+Najlanajwa/posts/htYA9yC5v5j

Bukannya kunjung sembuh, rasa sakit itupun menjalar sampai ketiak. Saat pemeriksaan lagi ke dokter Tumor sudah menjadi Kanker ganas. Dengan berat hati dilakukan oprasi pengangkatan payudara sebelah kiri. Apa setelah oprasi Budhe sembuh total? Tidak. Setelah oprasi Budhe masih harus menjalani Radiasi selama 1 bulan full, Kemo 6 kali dalam 6 bulan, kontrol rutin dari tadinya 1 minggu sekali, menjadi 1bulan sekali selama 6 bulan. Setelah 6 bulan harus periksa bolak-balik Blora – Jogja akhirnya Budhe dinyatakan bersih dari sel kanker.

Rasa sayang dan pedulilah yang sebenarnya obat paling ampuh bagi Budhe. Mungkin kalo tidak adanya kasih sayang dari anak-anaknya Budhe akan berkecil hati dan semakin tertekan. Yang nantinya akan menyebabkan penyembuhan semakin lama.


Dari sedikit ceritaku ini bisa kita ambil hikmahnyakan. Diantaranya:

1. Jangan simpan rasa sakit hati atau bersedih hati terlalu lama.
2. Bersedih akan mempengaruhi pikiran yang nantinya juga mempengaruhi kesehatan tubuh.
3. Stres yang tidak disalurkan akan menjadi makanan lezat bagi sel Kanker.
4. Memberi penyemangat keluarga adalah obat paling ampuh untuk penderita Kanker Payudara.
5. Selalu beri dukungan pada keluarga, jangan sedikitpun menghakimi atas apa yang terjadi.
6. Silahkan percaya dengan pengobatan alternatif tapi harus juga diimbangi dengan medis.

Untuk semua wanita yang ada diseluruh belahan dunia ini (kalo mengerti bahasa ini sih hehe..) tetap semangat ya, kalian tidak sendiri untuk berjuang menjadi sehat. Love Pink Indonesia adalah bukti nyata dari kepedulian kita kepada teman-teman penderita kanker. Saat ini aku hanya bisa memberikan semangat dari tulisanku ini. Semangat. Semangat. Semangat kalian tidak sendiri, tersenyumlah.

#finishthefight
#gopink
#breastcancerawareness

22 komentar:

  1. Paling aman memang cek rutin ya Mbak. Tapi sering takut juga. Aku mengalaminya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sebagai wanita wajar kalo kita takut kena penyakit ini :)

      Hapus
  2. Pesan moralnya adalah jangan menyimpan kesedihan atau stress yg berlebihan. Rasa sayang dan peduli kpd org yg sakit itu menyembuhkan. Yesss, so nice banget mbak. Gudlak GA nya yaa..m

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener, kasih sayang itu No. 1 gak isa diganti. Makasih :*

      Hapus
  3. Survival kanker pada hebat juga kalau pe sembuh disiplin pola makan, pola pikir dan pola hidup 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget. Mengubah pola lama menjadi pola baru itu sangatttt sulit kalo kita tidak ada niat...

      Hapus
  4. Bener mba, bagaimanapun caranya kita harus tetap happy yaa mba.
    Untuk penyakit sepeti ini, kurang tepat kalau pengobatannya dengan alternatif yaa mba. Banyak yg gagal walau ada jg yg berhasil.tapi untuk kesehatan mah jangan berspekulasi lah yaa..dukungan kluarga memang yang paling utama. Semoga budhe nya sll sehat dan happy mba. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengobatan alternatif masih sangat dipercaya mbak, apa lagi bagi orang daerah...

      Hapus
  5. yang penting bahagia Tin, apapun yg terjadi. Kesedihan memang bisa membawa penyakit...ayo jangan sedih

    BalasHapus
  6. Tinggal dblora kecamatan mana mba. Aq pernah kerja dblora dulu. Kisahnya inspiratif utk perempuan jangan memendam sedih.harus ada teman yg bisa mendengar tanpa menghakimi

    BalasHapus
  7. Aku kalau ada apa-apa pasti lagsung cerita sama keluarga, Mbak. Itu yang diajarkan sama ibuku. Jadi semua pada tahu. Cuma, kalau suami nih yang kadang sering dipendam sendiri. Kan nggak asik ya. Wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha bener kalo cowok itu gengsi gede, jadi mereka gak mau terlihat lemah dengan cara curhat...

      Hapus
  8. sangat bermanfaat mbak. kakekku juga meninggal karena kanker.dan itu rasanya sedih banget.tfs ya mbak bermanfaat banget

    BalasHapus
  9. Setujuuuu...
    Mari saling menyemangati.
    Tuntaskan perjuangan. Ogah kalah dari kanker. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari hidup sehat dengan menjaga pola makan :D

      Hapus
  10. salam blogger yah mba...dari garo-blog.com .....serem juga yahh mba ternyata sedih juga bisa menyebabkan kaya gtuu....

    follback yah mbaa...hehhe

    BalasHapus
  11. Bahagia, nikmati hidup dan bersyukur...semoga kita bisa selalu sehat ya mba :). Thanks for joining my GA..Good luck!

    BalasHapus
  12. Salam kenal mbak, terima kasih atas sharingnya. bermanfaat sekali

    BalasHapus