In #FilmIndonesia Pohon Terkenal

Dibalik Arti Film Pohon Terkenal Dalam Polri

Jumat, 22 Februari 2019 lalu aku berkesempatan untuk menghadiri screening film Pohon Terkenal. Saat mendapatakan kesempatan ini aku hanya bertanya tanya dalam hati ini film apan ya. Seperti banyaknya netizen maha benar aku ambil kesimpulan sendiri antara judul dan film kok gak nyambung.

 Apa lagi pemainnya adalah Umay Shahab, Laura Theux, dan Raim Laode. Pemikiranku pertama kali film ini mana ada bagusnya. Mungkin kalo dari pemeran utama Umay akan menghasilkan film yang bagus bila bercerita tentang nak kecil. Tapi, film ini mengisahkan kehidupan para Taruna Akpol saat masa transisi.

Sutradara Handal 


Semua pemikiran jelek itu tiba-tiba hilang, tadinya hanya sekedar penasar saja melihat film ini. Tapi saat seorang Monty Tiwa hadir, rasa penasaran atas film Pohon Terkenal menjadi sangat besar. Siapa sih yang gak tahu hasil dari tangan dinginnya.

Sebut saja film Aku,Kau dan KUA, Sabtu Bersama Bapak, Citical Eleven dan beberapa film lainnya. Film-film yang berhasil mengaduk-mengaduk perasaan saat dilempar ke pasar. Monty Tiwa memang tidak pernah setengah-setengah menggarap sebuah karya.

Keringat Yang Bercucuran 

Foto Moy Ismi

Film ini dimulai dari seorang ibu yang menginginkan anaknya (Umay) bekerja dengan baik, bukan hanya bermain-main tidak jelas dengan tetangga. Semua hal sudah dilakukan agar anak ini sadar kalo sudah waktunya untuk serius menata hidup, tapi pada umumnya anak remaja yang masih asik bermain tak ada satupun yang bisa menyadarkan dia. Hingga akhirnya sang ibu sakit dan sang anak mengucapkan janji akan masuk Akademi Kepolisian.

Dimulailah kehidupan menjadi seorang Taruna Akpol. Latian fisik setiap hari. Dari baris-bebaris, guling-guling ditanah, bela diri, lari, menembak, dan bahkan bermusik. Tak ada waktu istirahat sejenak. Apa lagi kalo ada satu angkatan yang salah maka semua akan ikut merasakan hukuman. Tak pernah tidak keringat selalu bercucuran.

Anak-anak yang selalu bermasalah inilah yang disebut dengan Pohon Terkenal. Akhirnya aku tahu arti dari judul film ini. Kalo boleh aku tarik lagi omonganku yang tadi maka aku akan bilang “Film dan judul memang sesuai.” 

Hal yang Bisa Dipetik Dari Film Pohon Terkenal 


Pohon Terkenal ini membuat aku berfikir kembali dengan cara aku memandang selama ini. Saat aku memandang orangtua mereka yang memiliki nama maka aku kan spontan berfikir “Ah kamu mah enak orangtua kamu punya nama, kamu anak orang terpandang tak perlu bekerja lebih keras lagi dari kami yang bukan siapa-siapa” tapi, pada kenyataannya adalah justru sebagian orang yang punya orangtua sukses maka otomatis mereka tertekan untuk bisa melebihi orangtuanya atau minimal setara.
Hal kedua yang aku dapatkan dari film ini adalah kalo mau melakukan sesuatu itu harus maksimal, kalo tidak maksimal sebaiknya jangan dilakukan. Akan jadi sia-sia dan tidak akan jadi apa-apa. Yang ada hanya mengeluh setiap saat, inginnya hal tinggi tapi bertolak belakang dengan apa yang dilakukan.

Hal ketiga yang aku dapat dari percakapan Umay dan kakak asuh “Kamu pikir hanya kamu yang kehilangan masa mudamu, kami semua disini juga kehilangan masa muda.” Kamu tahu apa yang aku petik? Yeah, semua itu ada yang harus dikorbankan saat mencapai cita-cita. Akan ada rasa puas saat cita-cita itu menjadi nyata.

Terakhir.. 


Setelah melihat film ini aku salut oleh semua orang yang bersangkutan dalam film Pohon Terkenal. Apa lagi untuk para Taruna dan Taruni yang terlibat dalam penggarapan film ini, Akting mereka tidak kaku sama sekali. Film ini sangat kocak. Salut pada Raim Laode yang bisa bermain sangat lucu. 

Berakhirnya film para penonton bisa berbarengan bilang “Kok udah selesai” huoo bagaimana senangnya para artis dan prodser disini dengan tanggapan yang sangat menyenangkannya.

Duh, tulisan aku kok panjang banget ya...akhir dari tulisanku ini adalah film ini patut kalian tonton. Jangan lupa akan ada di bioskop tanggal 21 Maret 2019.

Related Articles

1 comments:

ID Corners

Kumpulan Emak Bloger

Gandjel Rel

Blogger Perempuan

GenPI Jateng

Blogroll