Selasa, 24 Oktober 2017

Hobiku Kerjaku

Arisan ke-13 Arina Mabruroh dan Ika Puspita

Du..du..du..du..jangan berpaling dari artikelku dulu ya. Oke, mungkin tulisan ini memang ada karena arisan link. Tapi percayalah kalo tulisan ini tidak akan kalah dengan berat badan aku yang berbobot banget. 

Bagi kalian yang sering baca blog aku pasti akan tahu kemana ranahnya aku akan menulis blog kali ini. Ranahnya gak akan jauh-jauh dari Menulis dan Memasak. Dua itu adalah hobby aku, yah walaupun hobby memasak baru aku tekuni 7 tahun ini.

Menulis 

Aku suka menulis sejak Sekolah Menengah Atas, tulisan aku sih gak jauh-jauh dari amburadullah ya. asal saja menulis. Tidak mengidahkan tentang tanda baca, kalimat sambung, apa lagi kata serapan. Ya tulisan aku sangat jauh dikatakan benar. Malah sangat berantakan.

Waktu kuliah dulu nilai pelajaran Bahasa Indonesia tidak pernah diatas C. Bayangin ngenes banget kan aku. aku setiap kali ada pelajaran BI selalu saja mengantuk, walau aku suka menulis loh. Sampai pada akhirnya aku sangat tertampar dengan tulisan aku yang gak diterima koran nasional. Bahkan diberi balasan surat cinta yang sangat menghujam jantung.

Sejak aku mendapatkan surat cinta yang bikin patah hati, mulailah aku belajar dengan benar. Tahun 2011 aku dipertemukan dengan grup Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) walaupun aku belum menikah tapi aku tetap yakin aja masuk dalam grup itu. Dengan semangat 45 aku belajar dari orang-orang hebat disana. Aku sering sekali mengganggu mbak Wuri dan mbak Uniq untuk urusan tulisanku ini. Hahahaha....gak hanya sekali dua kali, tapi sering banget aku mengganggu mereka.

Biasanya aku mengganggu mbak Wuri dan mbak Uniq untuk tanda baca dan menyambung kata antara Di- Ke- ufh, pahal aku mau tanya gimana caranya nyambungin hati aku ke kamu loh. Ups. Tau gak sih, sampai sekarangpun aku masih sering mengganggu mereka >>__<< maafken.

Saat ini aku sedang menulis anak ke-2 ku. Semoga berjalan lancar. Aamiin.

Memasak

 Apa Tina masak? 
Yakin Tina masak? 
Hati-hati loh kalo perut kamu mules. 

Yeh..itulah yang akan dikatakan teman-teman aku 7 tahun yang lalu. Aku bukanlah wanita yang bisa membedakan mana tumbar dan kemiri. Aku hanyalah wanita yang bisanya membedakan mana garam dan gula. Makanan itu enak atau tidak enak. Yes, hanya itulah yang aku tahu dulu.

Tapi sejak negara api menyerang aku menjadi wanita yang bisa diandalkan soal rasa. Sombong bolehkan hahhha. Sejak aku tertarik untuk memasak aku menjadi sangat sering memasak. Mencoba banyak resep lalu mempraktekkannya. Diawal aku memasak pastilah banyak yang gak berhasil. Bahkan aku sering tanya ama ibu ini bumbu apa lalu masaknya bagaimana.

Sampailah dimana aku menjadi wanita yang berani membuka usaha kuliner. Baiklah jangan melongo begitu. Aku membuka usaha juga bukan hanya sekedar membuka loh. Aku harus belajar sana-sini bagaimana agar tidak sama dan ada ciri khasnya.

1 tahun 6 bulan kira-kira usaha aku mulai ada titik terang. Mulai ada pelanggan tetap yang datang untuk pesan produkku. Tidak secepat orang-orang yang bilang bisnis itu gampang. Justru aku merasakan bagaimana rasanya memulai usaha yang bener-bener dari bawah banget. Merasakan penolakan yang tak hanya sekali dua kali. Tapi penolakan itu justru aku buat sebagai lecutan aku agar tidak malas.

Kalo boleh jujur sih ya, banyak orang yang bialang kalo aku terlalu berambisi.

Tapi ambisiku ini apakah merugikan kalian?
Apakah ambisiku menikam kalian?
Apakah ambisiku menjegal rezeky kalian?
Kalo jawabannya tidak coba cek kembali hati kalian.
Ayo semangat \(^0^)/ tak ada yang sia-sia di dunia selama kita tetap percaya dan berjalan pada jalurnya.

1 komentar:

  1. Semangat mbak tina...don't let people ruin your mood and spirit..keep going :)

    BalasHapus