Rabu, 06 September 2017

Bermain Sambil Belajar di DUVER

Selasa (29/8) ini adalah hari ke-2 bersama dengan blogger kesehatan belajar tentang kesehatan. Kami memang tidak punya basic kesehatan tapi kami punya senjata ampuh yaitu MENULIS. Dari menulis kami menyebarkan berita tentang kesehatan yang mempunyai dasar. Jadi bukan berita HOAX yang berita tanpa dasar disebar ke masyarakat.

Hari ke-2 ini kami mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan ke Dunia Vektor dan Reservoir Penyakit (DUVER). DUVER berada di kota Salatiga. Jadi, kami pagi-pagi harus kumpul dulu ke hotel baru berangkat bersama-sama ke kota Salatiga. Tahu gak sih saat kita di perjalanan menuju ke Salatiga itu rasanya seperti turis. Karena, banyak hal yang tidak ada di kota besar seperti Semarang dan Jakarta. Sepanjang perjalanan kita mengagumi kekayaan alam yang diciptakanNya.

Pemandangan bukit, gunung, dan tempat yang asri menjadikan mata kami segar. Melihat pemandangan kanan kiri ijo royo-royo. Tak lupa kami mengabdikannya dalam sebuah foto dan video. “Wah.” Setiap ada hal yang cantik bagi mata masing-masing blogger kesehatan pasti akan ada decak kagum semacam itu. Sesampainya di lokasi selalu ada suara “Di sini kelihatan panas tapi hawanya dingin.” Iyap di kota Salatiga ini benar-benar udaranya sejuk sekali. Tidak panas dan juga tidak terlalu dingin. Bahkan jalan utamanyapun tidak ramai. Bisa dikatakan kota ini bersih. Kalo di Semarang jalanan bedebu dan sangat panas. Kata orang Semarang itu panasnya nyelekit. Nembus kulit.

DUVER

Yeee...sampai juga di DUVER yang artinya aku akan lebih banyak tahu tentang tikus, kecoa, kekelawar, dan nyamuk. Iuh banget ya..tapi itulah gunanya kami datang kesini. Agar kami lebih mengenal biang penyakit yang bersumber dari binatang.

Duver adalah salah satu bentuk informasi dan dokumentasi mengenai vektor dan reservoir penyakit yang disusun secara sistematik, informatif dan edukatif sehingga para pengunjung mudah mengetahui, mengerti dan memahami informasi yang disampaikan.

Aku yang anak IPS dari lahir saja bisa terpana dengan penjelasan kecoa, tikus, dan nyamuk. Mata pelajaran anak IPA yang bagi aku memusingkan, tiba-tiba menjadi menyenangkan di otak aku. Aku bisa menikmati penjelasan tentang kecoa yang ternyata di impor. Bayangin saja spesies menjijikan seperti kecoa itu di impor kawan-kawan. Jadi wajar dong kalo orang-orang paling ngeri ngelihat ada kecoa terbang. Bahkan bagi laki-laki kecoa terbang adalah hal yang sangat menakutkan di muka bumi ini. Lebay dikit gak papakan.

Tikus.
Kekelawar

Dibelakangku isinya tikus diawetkan

Nah seleh tadi tiba-tiba aku sangat semangat tentang kecoa, kali ini aku sangat semangat dengan tikus. Aku sangat antusias saat diajak masuk kesebuah ruangan yang bau obatnya sangat menyengat. Di ruang ini banyak sekali bangkai-bangkai tikus dan kekelawar yang diawetkan.

Paling mengagumkan nurut aku adalah, aku bisa melihat tikus hutan yang besarnya seperti kucing. Waow. Tikus merupakan binatang liar yang sangat sering berhubungan dengan manusia. Di Indonesia terdapat 34 genus dan 171 spesies tikus, di Pulau Jawa terdapat 10 genus dan 22 spesies. Dari jumlah tersebut 8 spesies telah dilaporkan dapat sebagai reservoir penyakit.

8 spesies tikus itu adalah:


  1. Rattus Tanezumi (Tikus Rumah) 
  2. Mus musculus (Tikus Piti) 
  3. Rattus norvegicius (Tikus Riol) 
  4. Rattus exulans (Tikus Ladang) 
  5. Rattus argentiventer (Tikus Sawah) 
  6. Bandicota indica (Tikus Wirok) 
  7. Rattus tiomanicus (Tikus Pohon) 
  8. Niviventer fulvescens (Tikus Niviventer Bukit) 


Nyamuk 

Sudah berakrab-akrab dengan kecoa dan tikus, sekarang waktunya berakrab ria dengan nyamuk-nyamuk nakal. Variasi nyamuk di Indonesia itu ada 450 dari 2960 spesies yang tercatat di seluruh dunia.

Jadi gak heran saja kalo di rumahku itu nyamuk ada dimana-mana. Bagi kalian yang merasa seperti aku, kok obat pembasmi nyamuk yang tadinya cespleng lalu dalam jangka waktu 2-5 bulan mulai tidak efektif lagi. Itu karena nyamuk-nyamuk sudah terbiasa dengan bahan yang terkandung dalam obat itu. Jadi kalo merek A tidak ampuh beralihlah ke merek B dan seterusnya.

Nyamuk yang berbahaya menularkan penyakit di Indonesia itu :


  1. Aedes aegypti 
  2. Culex visnui 
  3. Anopheles aconitus 
  4. Mansinia unformis 
  5. Armigeres subalbatus 


Jangan tertipu dengan nama cantiknya ya. Nyamuk ini sangat berbahaya loh. Sebisa mungkin hindari gigitan nyamuk dengan menjaga kebersihan rumah dan gunakan lotion anti nyamuk bila diperk
lukan.

Sumber:

Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor dan Reservoir 

Penyakit Nyamuk Jawa, sistematika, ekologi dan peranannya sebagai vektor penularan penyakit. Triwibowo AG, 2015 

Penyakit Tular Rodensia. Ristiyanto dkk, 2014

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Waah... Baru tau ada tempat wisata edukasi kaya gitu di Salatiga! Keren...

    BalasHapus