Rabu, 06 September 2017

Aku Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)

Senin (29/08) yang lalu aku dan para blogger Semarang-Jakarta menghadiri acara KUNLAPTIK di hotel Santika Semarang. Kami tergabung dalam blogger kesehatan. Jubah kita sebagai blogger yang berbeda rasa dalam penulisan bisa melebur saat dihadapkan pada rasa ingin memberikan info yang benar tentang kesehatan masyarakat.
Blogger Kesehatan

Akhir-akhir ini banyak sekali hembusan info tentang kesehatan yang berseliweran. Info ini bukan di cari kebenarannya tapi kebanyakan langsung ditelan mentah-mentah oleh sebagian masyarakat yang buta akan teknologi. Kebanyakan yang kena isu ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang hanya berpatok dari kata “Jarene.”

Mirisnya lagi akhir-akhir ini di beranda facebook banyak banget yang menuliskan tentang ketakutan akan vaksin rubella. Ketakutan ini tidak serta merta langsung ada, kalo kalian masih ingat dengan oknum suami istri yang memalsukan vaksin pasti tahu deh akarnya dari mana ibu-ibu rumah tangga akhirnya ketakutan. Ketakutan ini akhirnya mengakar di pikiran mereka. Ketakutan-ketakutan yang logis menurut aku pribadi.

Bukan hanya masalah vaksin saja, bahkan untuk cek kesehatan rutin saja masyarakat masih takut. Takutnya kenapa? Mereka takut kalo setelah cek ternyata sudah mengidap penyakit yang mematikan. Kata Dr Ary “Jika kamu periksa kesehatan saat sudah merasakan sakitnya tandanya itu sudah terlanjur. Tidak bisa diobati tapi hanya bisa di cegah dengan menggunakan obat-obat yang ada.” 

Nah jadi kalo masih merasa sehat segeralah cek kesehatan kalian. Jangan tunggu ada tanda ya. Ingat TANDA ARTINYA SUDAH TERLANJUR. Kalo kalian mersa cek kesehatan itu mahal, saat ini pemerintah sedang menggalakkan 3 Pilar:

PROGRAM INDONESIA SEHAT: 
Bersama dr Ary

Pilar 1 Paradigma Sehat

  1. Promotif-Preventif sebagai landasan pembangunan kesehatan.
  2. Pemberdayaan masyarakat.
  3. Keterlibatan lintas sektor.

Pilar 2 Penguatan Yankes

  1. Peningkatan akses terutama pada FKTP.
  2. Optimalisasi sistem rujukan.
  3. Peningkatan mutu.

Pilar 3 JKN

  1. Benefit.
  2. Sistem pembiyayaan: asuransi- Azas gotong royong.
  3. Kendali mutu dan kendali biaaya.
  4. Sasaran: PBI dan non PBI. (Tanda kepesertaan --> KIS)

PRIORITAS JAWA TENGAH


  1. Penurunan kasus kematian ibu < 300 
  2. Penurunan kasus kematian bayi 
  3. Buser DBD 4. Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) 
  4. Menuju bebas kusta 2019 6. Bebas BAB sembarangan tahun 2020 
  5. Belkaga menuju bebas filaria tahun tahun 2020 
  6. Bebas Malaria tahun 2030 
  7. Pendirian RS rujukan regional 


Dari data diatas justru penyakit tidak menular itu lebih mendominan dari pada penyakit menular. Jadi, selain cek kesehatan sedini mungkin kita juga harus menjaga pola hidup kita. Jaga diluar juga jaga di dalam.

Gerakan Masyarakat hidup sehat: 
Cek kesehatan

1. Mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.

2. Memeriksa kesehatan setiap 6 bulan sekali.

  • Cek tekanan darah Cek kadar gula darah 
  • Cek kolesterol 
  • Tes darah lengkap di laboratrium 
  • Cek lingkar perut 
  • Deteksi dini kanker leher rahim (Perempuan) 

3. Melakukan aktifitas fisik 30 menit setiap satu hari

Dengan melakukan GERMAS akan menghindarkan kita pada rasa was-was tentang sakit apa sih kita ini. Tidak merasa takut juga dengan diaknosa yang hanya ada dalam pikiran kita. Hanya meluangkan waktu 30 menit untuk olahraga tidak lah sulit. Bisa loh olahraga diganti dengan bersih-bersih rumah. Seperti menyapu dan mengepel lantai, itu juga merupakan aktifitas fisik kita. Kalo yang rumahnya lantai 2 bisa di manfaatin untuk turun naik tangga sebanyak 10 kali.

Selain aktifitas fiksi, mulailah dari sekarang ini minum air putih 3 liter/hari agar kita tidak mudah dehidrasi. Selain minum air putih, kita juga harus hindari rokok. Hidup sehat lebih menguntungkan dari pada kita harus menghabiskan uang untuk membeli makanan yang tidak sehat.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Iya tuh, masalah vaksin palsu bikin 'geger' di mana-mana... Untung kami segera ke RS terpercaya. Berawal dari klarifikasi cabang RS di Jakarta, kami mendatangi cabang Semarang. Kami berhasil diyakinkan dan mendapatkan vaksin yang benar.

    BalasHapus