Selasa, 17 Januari 2017

Hati Tahu Dimana Tempat Untuk Pulang

Tulisan ini ada karena setelah membaca blog mbak Pungky aku jadi punya keberanian untuk menuliskan tentang rasaku. Bukan hanya rasaku tapi juga tentang semua yang pernahku dengar tentang cinta. 
Foto pribadi



Sering sekali aku mendengar dari teman-teman, baik laki-laki maupun perempuan tentang cinta yang belum usai. Kebanyakan yang bercerita adalah orang-orang yang sudah ada dalam ikatan pernikahan. Yups, ikatan suci bukan cuma sekedar pacaran. “Akankah suatu saat biduk rumah tanggaku akan seperti mereka yang belum bisa-tidak akan bisa-menyelesaikan rasa dari masa lalu.” Ini adalah pikiranku setiap kali mendengarkan cerita teman-teman. 

Ada rasa khawatir tersendiri dalam hatiku. Bercinta dengan suami tanpa ada rasa cinta. Mengabdikan diri pada keluarga hanyalah suatu kewajiban yang tidak dapat dielakkan. Hanya ada kata “Ini adalah kewajibanku sebagai istri.” Sungguh aku ngeri memikirkan ini. Sesakit apa hati itu saat harus melayani orang yang tidak kita cintai. 

Di usiaku 29tahun 5 bulan yang belum menikah tentu saja aku tidak tahu apa yang mereka rasakan. Aku hanya menebak-nebak apakah hati mereka hancur? Apakah mereka menikmati saat nafsu sudah menguasai? Atau mereka sudah terbiasa? 
Foto pribadi

Rasa takut semakin menjadi sejak aku putus dengan orang yang sudah bersamaku selama 5 tahun. Hampir 1 tahun sejak kandasnya hubunganku dengan dia, selama itu pula aku tidak bisa mengusir bayangannya dari hidupku. Semakin ingin aku usir semakin cinta itu tumbuh. 

Jangan tanya sudah berapa kali aku coba menggantikannya dengan orang baru. Bukan orang baru juga sih. Karena sebelum mereka masuk dalam hidupku, aku sudah membangun tembok yang menjulang tinggi. Tembok itu adalah kenangan akan dirinya. 

Selalu aku bandingkan apapun yang ada pada dirinya dengan orang baru. Perhatiannya padaku tidak akan bisa aku lupakan. Dia yang meberiku senyuman, Dia yang memberiku kekuatan, dan Dia yang meberiku rasa sakit. Entah kenapa aku sangat percaya dia akan kembali padaku, karena hati selalu tahu kemana dia harus pulang. Seterjal apapun rintangan yang aku lalui dengannya. Sekeras apapun inginnya membunuh rasa ini. Bibir bisa berbohong tapi hati tak akan pernah mendustai. 

Maafkan aku yang terlalu sombong mengatakan hubungan aku dan dia akan kembali. Aku hanya ingin mempercayai hati. Aku tak ingin menyesal dengan membuat keputusan karena rasa sepi.

Tak semua orang yang bercerita kepadaku tentang awal pernikahan tanpa cinta akan berakhir pada kewajiban. Banyak juga yang akhirnya berbahagia dengan pernikahan mereka, tanpa menengok kembali pada masa lalu. "Cinta akan tumbuh dengan sendirinya." mungkin ungkapan ini sangat pas untuk mereka yang mencintai setelah ikatan suci terucap.

Karena hati tahu tempatnya pulang, tak perlu mendekte hati ini. Saat ini yang aku inginkan adalah dirinya jadi tak perlu aku menyakiti hatiku atau hati siapapun yang ingin masuk dalam hidupku :)

30 komentar:

  1. Mba, suatu saat akan kau temukan yg tepat. Hihi maap bukan bermaksud memggurui. Aku dulu jg gtu. Sampe nangis gerung2, bangun tembok tinggii banget. Tp namanya sudah jodoh waktunya datang ada org yg fisiknya jauh beda sama mantan. Ga kebayang lah pokokmen. Dialah yg jd suamiku skrg. Si mantan bbrp taun berikutny datang lg uda ga ngaruh. Nnti suatu saat kita bersyukur kenapa kita ga berjodoh dengan dia. Biar waktu yg mengobati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga waktu untuk mengobati hati gak terlalu lama hehe..

      Hapus
  2. Kalo aku biasanya selalu mncoba menjauh dari masa lalu paling ga utk sementara waktu. Menjalani kehidupan baru, lingkungan baru, temen2 baru, aktivitas baru, nanti seiring berjalan waktu akan lupa dgn sendirinya. Tapi cara orang berdamai dengan masa lalu kan beda2 ya.. Doaku yang terbaik untukmu ya tiin 😚😚

    BalasHapus
  3. Hai Mbak Tina,
    Semoga tahun ini nemu yang pas dan bener deh harus berdamai dengan masa lalu. Salam semangat :)

    BalasHapus
  4. Tinaa..*big hug
    InsyaAllah hatimu akan segera pulang ke rumahnya, entah itu rumah lama ataupun rumah baru. Semangat menemukan cinta ya, Tin

    BalasHapus
  5. Semoga Allah memberikan jodoh terbaik buat mb tina yaa mb, baik itu orang lama atau orang baru :* Aamiin :) kalau yg datang orang baru, semoga mb bisa membangun cinta yg suci dg nya :)

    BalasHapus
  6. Membiarkan orang baru masuk kalau aku bisa jadi salah satu cara melepaskan perangkap masa lalu. Tak akan pernah kita tahu org yg dtg lebih baik dari yg sudah lewat kalo hati kita masih terperangkap di sana :) taaruf aja lah.bener lo aku nyesel dulu pake pacaran2 sgala.. Kalau dengar crita temen2 yg taaruf.. Ngiriii... Plus nyesel buang2 waktu buat yg ga penting. Allah tahu yg terbaik utk kita, maka serahkan saja padaNya tanpa menyisipkan ego kita di dalamnya :) semangaat

    BalasHapus
  7. Yakin pada Allah, Insya Allah akan menemukan yang tepat, dan saat itu Tina akan bersyukur bisa berpisah dengan yang lama untuk bertemu cinta sejati..

    BalasHapus
  8. Semangat tina... Allah akan memberikan sesuatu tepat pada waktunya, bagitupun jodoh.
    Semoga segera mendapat jodoh terbaik tahun ini yah

    BalasHapus
  9. Semangat tina... Allah akan memberikan sesuatu tepat pada waktunya, bagitupun jodoh.
    Semoga segera mendapat jodoh terbaik tahun ini yah

    BalasHapus
  10. wah tulisannya keren sekali...... sangat inspirasi

    BalasHapus
  11. Yakin deh Allah akan mempertemukanmu dengan lelaki yang terbaik. Itu aja!

    BalasHapus
  12. Semoga segera bertemu belahan jiwami yang akan jadi jodohmu ya tin ☺

    BalasHapus
  13. Semoga segera halal sama yang sekarang di hati ya.. atau sama siapapun yang diridhai Allah.

    btw jadi pengen cerita... aku dulu menikah belum jatuh cinta sama suamiku.. hihi.
    Tapi alhamdulillah saat cinta itu mulai bersemi.. rasanya jauh lebih indah dengan rasa yang dulu pernah ada untuk seseorang di masa lalu. uhuk!

    BalasHapus
  14. Duh jadi pingin pulang; ke hatinyaaa :3

    Salam,
    Rasya

    BalasHapus
  15. Wah ...
    Jujur nih. Memang mungkin sulit untuk melupakan masa lalu
    namun saya selalu ingat kata bijak.
    Kendaraan itu memang ada spionnya. Untuk melihat ke belakang
    Tapi ukurannya kecil dan ini hanya digunakan sekali-sekali untuk pedoman berhati-hati mengemudi ke depan.
    Yang sangat lebar adalah kaca depan. Karena ini digunakan untuk maju ke (masa) depan. Dan kaca depan harus selalu kita perhatikan. (tidak seperti spion yang hanya sekali-sekali, itupun dalam jangka waktu yang beberapa detik saja)

    salam saya

    BalasHapus
  16. semua takdir itu baik, hanya saja kita tak mampu menebak hikmah baik yang tak tersirat.
    Tak pacaran sebelum nikah bukan berarti tak bisa menumbuhkan cinta pada seseorang yang baru.

    Semoga segera dipertemukan dengan jodoh terbaik.

    BalasHapus