Rabu, 06 April 2016

Putih Abu-abu

Sekitar 10 tahun yang lalu (ketahuan kalo tua deh) saat aku masih memakai baju seragam putih abu-abu. Masa dimana kenakalan adalah hal yang wajar. Menentang guru dan akhirnya tidak boleh mengikuti pelajarannya selama beberapa hari adalah hal yang di anggap keren.
Gambar di ambil dari google

Membolos pelajaran lalu pergi kekantin, memakai rok diatas lutut dan akhirnya harus rela memakai rok yak berkibar dan panjang-dulu rok panjang belum jadi gaya. Pemeriksaan atribut yang tidak lengkap ujung-ujungnya harus lari mengelilingi lapangan dan sering kali curi-curi pandang pada senior yang tampan >_<

Putih abu-abu memang menyenangkan. Orang bilang itu adalah masa emas bagi remaja. Masa dimana banyaknya kejahilan  yang akhirnya akan menjadi kenangan manis.  Setiap membayangkan masa-masa itu sadar tidak sadar tiba-tiba dua titik sudut bibir kita akan tertarik ketas J

Di sekolahku yang dulu ada mading dekat dengan lab kimia. Aku tidak tahu pasti apa isi mading itu, jujur aja dulu aku waktu SMA tidak begitu suka membaca tulisan di mading. Jangan tanya kenapa memang aku tidak pernah tertarik. Buat aku dulu mading itu hanya isinya tentang exstrakulikuler didalam sekolah dan itu buat aku bosan.

“Minggu ini cerita cintaku bagus, aku bakal nembak dia.” Kata temanku yang didepan bangkuku. Aku pikir tiba-tiba teman aku ini bisa meramal gak tahunya mulai hari itu mading ada ulasan tentang ramalan bintang setiap minggu.

Sejak ada ramalan bintang aku selalu aktif membaca majalah dinding. Bukan karena soal asmara tapi lebih pada urusan keuangan. Aku paling suka kalo ramalan bintang itu menuliskan “Minggu ini uang jajan kamu akan ada tambahan tanpa di sangka-sangka.” Tapi paling jengkel kalo saat ramalan itu bilang “Minggu ini keuanganmu sama.”

Bila ramalan binta itu mengatakan baik tentang keuanganku aku rajin bantu orangtuaku berberes rumah atau apapun yang bisa aku bantu tapi saat ramalan itu mengatakan jelek aku langsung ogah-ogahan di rumah. Padahal kalo dipikir-pikir lagi, ya iyalah keuangan bagus kan kita udah buat hati orangtua senang makanya merekapun senang aja ngasih uang tambahan jajan.


Jadi kesanku pada majalah dinding waktu SMA adalah pembodohan yang membuat orang bodoh makin pintar >,< 

4 komentar: