Kamis, 07 April 2016

Kapok Nyapa Sambil Nyebut Nama

Bagi orang kebanyakan menghafalkan nama mungkin adalah hal yang sangat mudah. Apa lagi kalo nama itu adalah teman sekampus atau satu kantor. Orang-orang yang sering kita temui pasti kita akan selalu ingat namanya, tapi akan terasa aneh kalo kita sampai lupa dengan nama mereka.

Saat berbicara bila kita tidak menyebut nama lawan bicara kita, terasa ada sesuatu yang kelihatan kurang. Tapi hal ini tidak berlaku untukku yang sangat susah menghafalkan nama orang. Masalah menghafal wajah orang aku pasti akan tetap hafal tapi kalo masalah nama jangan tanya. aku bisa dalam satu detik saja melupakan nama orang yang baru saja menyebutkan namanya.

“Mbak Tina, apa kabar? Bimbingan ya hari ini.” Adik tingkatku menyapa. Aku pun menjawab tanpa pikir panjang mulutku yang terbuka mengeluarkan ucapan “Baik, kamu gak ada kelas di jam ini Ani.” Sontak tiba-tiba riuh suara tawa bertebaran “Hahaha...ternyata pelupamu belum sembuh to mbak, aku ini Lili.” Suara tawa itu belum juga hilang sampai aku akan pamit untuk bimbingan.

Untung semua itu orang-orang yang aku kenal coba kalo itu adalah orang-orang dari lingkungan baru. Aku tak tahu seperti apa malunya aku. Sejak itu aku jarang banget menyapa dengan nama. Bahkan hal pelupaku ini masih saja kebawa sampai aku kerja.

“Tin, nanti kamu transfer uang ke rekening Inawati ya.”

“Siapa itu Inawati cik?”

“BOS kamu, minta dipecat dini pa kamu.”

Hal ini sungguh terjadi, kesalahan fatal tidak ingat nama bos sendiri. Bukannya aku gak mau menghafal nama orang-orang disekitarku tapi apa daya memang kalo untuk masalah nama aku sedikit payah.

Sekarang kalo orang itu tidak menyebut namanya dulu atau ada orang lain yang menyebut nama aku tidak akan pernah berani menyapa dengan nama. Aku sudah coba berusaha menghafal nama dan hasilnya masih tetap sama. Tapi paling tidak aku sudah berusaha menghafal nama :D kalo aku hanya memanggil kalian dengan “Mbak, Pak, BU, atau say.” Bisa dipastikan aku lupa nama kalian >_< maaf ya




1 komentar: