Kamis, 06 Maret 2014

Wanita


Kami selalu dibuat serba salah oleh pandangan masyarakat pada umumnya. Berbuat ini salah gak berbuatpun dipandang salah. Kadang kami harus sangat hati-hati dalam bertindak agar tak terlihat salah oleh masyarakat pada umumnya.

Bagi kami yang menjaga badan agar terlihat enak dalam berpenampilan selalu dibilang berlebihan. Memakai baju yang memperlihatkan lekuk tubuh dikira kita wanita muarahan. Merawat wajah sampai sehalus proselin dikira kita ini wanita boros. Memakai full make-up  kita dipandang wanita yang menor. Menjaga pola makan yang selalu bersih dikira kami ini adalah wanita sombong yang pemilih.

Saat kami mulai tidak menjaga badan dan lebih cuek, kami dikatakan wanita yang tidak bisa menjaga penampilan. Menyantap makanan apapun yang ada di depan mata kita di anggap wanita rakus.

Jadi kami harus bersikap seperti apa?

Bahkan kami para wanita pun saling iri dengan wanita lain. Rumit. Saling bersaing untuk mendapatkan predikat "Cantik."

Hai, kalian para peria. Kalian hanya menuntut kami menjadi wanita yang pantas kalian bawa kemanapun. Apa kalian tidak melihat usaha keras kami para wanita?

Kami para wanita selalu mati-matian menjaga wajah kita agar tak ada satupun jerawat  ngekos di kulit wajah kami.

Kami selalu membersihkan wajah tiap saat.

Apa kalian tahu waktu kalian bilang kami ini boros dengn membeli Facial Foam, Milk Cleanser, Face Tonic, Toner, sunblok, Suncream, Bedak dan make-up lain yang kalian tidak tahu namanya. Itu semua adalah ritual kami para wanita agar terlihat memuaskan kalian para peria.

Waktu kalian bilang "Kenapa sih kamu diet" bagi kami para wanita itu adalah pertanyaan yang sangat bodoh, Harusnya kami yang tanya pada kalian kenapa mata kalian selalu melirik pada wanita yang lebih kurus dari kami.

Jadi untuk kalian para pria yang mengaku pintar otaknya tapi sangat bodoh dalam perasan. Kami para wanita hanya ingin dihargai dalam setiap usaha kami.

9 komentar:

  1. Hahahaa...problem khas perempuan ya? ;)

    Ehm, tapi itu penggunaan 'kami' dan 'kita'nya dikonsistenkan dong. Kami dan kita kan lain artinya Mba ;)

    Oke, happy writing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah akan aku ganti >_<,,maaf,,makasih udah mengkoreksi :-*

      Hapus
  2. hehe, dan saya memilih tidak menjadi bagian wanita2 itu, kalo kasarane, luweh2an hehehe :D siip mbak terus menerus, btw mungkin kalo bagian tulisan ini diperlebar jadi lebih enak dilihat, ga panjang dan sempit banget keliatannya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. *terus menerus -- maksudnya terus menulis :D

      Hapus
    2. akan jadi intropeksi aku mbak >_< ....makasih udah baca tulisan aku :-*

      Hapus
  3. Maksudnya mau mengkritisi wanita kan, kayaknya masih perlu dipanjangin lagi tulisannya. Masa iya sih wanita jadi serba salah gara2 fisik?
    Kalo untuk kalimat, bisa diperbanyak membaca agar bisa membuat kalimat yang runtut, eh apa sih istilahnya....hmm yg enak dibaca gitu hehehe.
    Tetap semangat belajar ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini aku liat dari perempuan pada umumnya mak yang pada galau dengan fisik mereka karena pandangan seorang peria,,sebenernya ini tulisan untuk peria yang selalu menuntut wanita menjadi sempurna,,>_< kalo untuk kalimat penyambungan alur aku memeng kadang bingung sendiri,,,aku harus banyak jam terbangnya mak >_< makasih dah beri masukan :-* ,,,jangan bosan ya mak ma tulisanku yang awam ini >_<

      Hapus
  4. setuju mak... :) kalau cowok ga bs menghargai dan mengerti kita wanita berati dia terlalu penuntut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyapppppssss...tos dulu mak kita satu sepemikiran hehehe :p

      Hapus